• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Krisis Kekurangan Guru di Sulut Disorot DPRD, Louis Schramm Dorong Solusi yang Lebih Adil

by Meikel Eki Pontolondo
12 Mei 2026
in Politik
0
Krisis Kekurangan Guru di Sulut Disorot DPRD, Louis Schramm Dorong Solusi yang Lebih Adil
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Persoalan kekurangan tenaga guru di Sulawesi Utara, khususnya pada jenjang SMA, SMK, hingga SLB, menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, Louis Carl Schramm. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Sulut, Senin (11/05/2026).

Dalam rapat tersebut, Louis menyoroti masih adanya guru honorer yang belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia mempertanyakan kejelasan nasib para guru honorer tersebut di tengah masih tingginya kebutuhan tenaga pendidik di berbagai sekolah di Sulut.

“Berikutnya, saya mau menyoroti terkait kekurangan guru di Sulut. Masih ada guru honorer yang belum terdaftar di dalam Dapodik. Bagaimana nasib para guru honorer yang tidak terdaftar, sementara kebutuhan guru masih sangat banyak,” ujar Louis.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, Dr. Femmy Suluh, menjelaskan bahwa penempatan guru ASN sejak tahun 2019 telah diatur melalui formasi resmi pemerintah.
Ia mengungkapkan, saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, para guru yang lulus formasi diwajibkan menandatangani komitmen untuk tidak mengajukan pindah tugas selama 10 tahun.

“Jika mereka memaksakan pindah sebelum 10 tahun, maka dianggap mengundurkan diri. Ketentuan itu berlaku bagi pengangkatan tahun 2019, 2020, 2021, hingga sekarang,” jelas Femmy.

Lebih lanjut, Femmy mengatakan bahwa untuk formasi tahun 2024 hingga 2025, penempatan guru sudah mulai disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan mempertimbangkan domisili masing-masing guru.

“Penempatan tahun 2025 sudah sangat dekat dengan domisili guru. Namun ada kondisi tertentu, misalnya guru yang sebelumnya mengajar IPA tetapi formasi yang tersedia adalah matematika, sementara di sekolah asal guru matematika sudah penuh, sehingga harus dipindahkan ke sekolah lain,” terangnya.

Menurutnya, proses pemindahan dilakukan dengan sistem radius sekolah agar distribusi guru dapat lebih merata, terutama di wilayah yang masih kekurangan tenaga pendidik.
Pernyataan tersebut kembali ditanggapi Louis Schramm. Ia menilai kebijakan penempatan bagi guru tahun 2017 hingga 2019 memang telah diikat melalui perjanjian resmi, namun kondisi saat ini menimbulkan kesan ketidakadilan, terutama setelah adanya penerimaan guru baru.

“Kalau ini bisa diberikan diskresi, tentu akan lebih baik,” singkat Louis.

Menjawab hal itu, Femmy menyebut pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, KemenPAN-RB, serta BKN.

“Saat ini sistem masih terkunci. Kalau pun ingin dipindahkan, perlu ada kebijakan dari pusat. Mungkin hal ini bisa terus diaspirasikan,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: DPRD Sulutfemmy suluhKomisi IV DPRD Sulut
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Krisis Kekurangan Guru di Sulut Disorot DPRD, Louis Schramm Dorong Solusi yang Lebih Adil 12 Mei 2026
  • Sosialiasi Status Lahan Pesisir Wangurer, Warga Harap Pemerintah Pertimbangkan Aspek Kemanusiaan 12 Mei 2026
  • Komisi IV DPRD Sulut Soroti Banyaknya Kepala Sekolah Berstatus PLT 12 Mei 2026
  • Donald Sambuaga Terpilih Ketua FPTI Manado Periode 2026–2030: Jabatan Adalah Amanah Bersama 12 Mei 2026
  • Louis Carl Schramm Soroti Kekurangan Guru SMA/SMK hingga SLB, Sulut Usulkan 1.100 CPNS 11 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In