MANADO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) sukses menyabet penghargaan tertinggi predikat Platinum Alignment dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026. Penghargaan ini diraih melalui program inovatif “Edukasi Ekosistem Green Energy” yang fokus pada pelatihan dan praktik konversi motor konvensional menjadi motor listrik di SMK Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Program ini mencatatkan nilai impresif sebesar 90,45 berdasarkan metodologi La Tofi ESG Rating. Selain aspek lingkungan, inisiatif ini unggul dalam Corporate Economic Protection Index (CEPI) dengan skor 1,93. Angka ini menunjukkan efektivitas investasi perusahaan, di mana setiap Rp1 yang dialokasikan untuk program CSR mampu memproteksi nilai ekonomi perusahaan dari risiko operasional hingga Rp1,93.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata transformasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang lebih terukur.
“Penghargaan Platinum ini bukan sekadar apresiasi seremonial, melainkan refleksi dari komitmen mendalam PLN dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Usman saat menerima penghargaan di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (10/04/2026).
Usman menjelaskan, melalui praktik konversi motor listrik di lingkungan pendidikan vokasi, PLN tidak hanya mentransfer teknologi, tetapi juga membangun fondasi ekonomi hijau. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemerintah menargetkan konversi motor listrik sebanyak 6 juta unit pada tahun 2030 guna menekan emisi karbon dan ketergantungan BBM. Program di SMK Palu ini menjadi langkah taktis PLN dalam mendukung target nasional tersebut di tingkat regional.
“Kami menyadari bahwa CSR yang baik harus mampu melindungi nilai perusahaan (company value). Dengan nilai CEPI 1,93, terbukti bahwa program transisi energi kami mampu memitigasi risiko operasional sekaligus menciptakan ekosistem pendukung kendaraan listrik yang solid di masa depan,” tambah Usman menekankan pentingnya sinergi antara investasi sosial dan keberlanjutan bisnis.
Dukungan senada datang dari pemerintah pusat melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo. Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM di sekolah vokasi adalah syarat mutlak dalam menghadapi transisi energi global. Menurutnya, standar pendidikan yang adaptif terhadap teknologi listrik akan membuat tenaga kerja lokal tetap relevan di industri masa depan.
“Kunci utamanya ada pada kualitas SDM. Peningkatan standar pendidikan dan kompetensi melalui praktik konversi motor listrik ini selaras dengan kebutuhan industri global agar perusahaan dan bangsa kita tetap relevan,” tegas Prahoro dalam sambutannya mewakili Menteri ESDM.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh La Tofi, Chairman La Tofi School of Social Responsibility. Penilaian tahun ini menitikberatkan pada sejauh mana perusahaan mampu mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi inti bisnis untuk menghadapi krisis iklim dan tantangan ekonomi.
Direktur La Tofi ESG Rating, Farid Singgih, memberikan apresiasi khusus bagi PLN UID Suluttenggo yang dinilai berhasil melampaui standar CSR konvensional. Ia menyebut banyak perusahaan masih memisahkan kegiatan sosial dengan strategi finansial, namun PLN mampu menyatukannya dengan manajemen risiko yang baik melalui perlindungan ekonomi (CEPI).
Sebagai langkah lanjutan, PLN UID Suluttenggo berkomitmen memperluas jangkauan program energi hijau di wilayah kerjanya. “Ke depan, kami ingin memastikan kehadiran PLN menjadi katalisator bagi lahirnya generasi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan mandiri secara ekonomi melalui teknologi hijau,” pungkas Usman Bangun optimistis. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post