Manado, Barta1.com – “Pemberdayaan Ekonomi Jemaat Melalui Pelatihan UMKM Kerajinan Merangkai Bunga dan Akuntansi di GMIM Zebaoth Kairagi Dua Manado” menjadi tema utama pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya Dosen Jurusan Akuntansi, pada Sabtu (28/03/2026).

Kegiatan ini menghadirkan nuansa pembelajaran yang inspiratif dan aplikatif, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis jemaat.
Antusiasme jemaat terlihat jelas sejak awal, terutama dengan kehadiran Ketua Jemaat, Pdt. Anneke Like Pongoh, S.Th. Pelatihan yang mengombinasikan keterampilan kreatif merangkai bunga dengan pemahaman dasar akuntansi ini disambut dengan hangat oleh seluruh peserta.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan peluang usaha baru yang bernilai estetis dan ekonomis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengelola keuangan usaha secara tertib dan terukur.
Elisabeth D. Malonda, SE., MAP menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi jemaat harus dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan membuka wawasan sekaligus peluang usaha baru. Dra. Harty U.H.L. Koagouw, M.Hum menambahkan bahwa kreativitas dalam merangkai bunga merupakan ekspresi seni yang bisa memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.
Fanesa I.M. Syaefudin, M.Acc mengungkapkan pentingnya pencatatan keuangan sederhana sebagai fondasi usaha yang sehat. Sementara itu, Decire D. Wagiu, SS., M.Hum melihat kegiatan ini sebagai ruang pemberdayaan yang harmonis antara budaya, kreativitas, dan ekonomi.
Roslina H.S.D. Limpeleh, SE., M.Si menekankan bahwa pelaku UMKM perlu kemampuan manajerial agar mampu bertahan dalam persaingan, sedangkan Dra. Anneke M. Kaunang, M.Pd menyatakan bahwa proses pembelajaran ini tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga membangun kepercayaan diri jemaat dalam berwirausaha.
Menurut Sicilia S. Panelewen, SE., MM, pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi peserta untuk melihat usaha kecil sebagai peluang menjanjikan jika dikelola profesional. Wenny A. Ginting, SE., M.Si menyoroti pentingnya disiplin dalam perencanaan dan evaluasi usaha, sementara Lidya A. Maramis, SE., MSA., Ak., CA menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan adalah kunci membangun usaha berkelanjutan.
Heidy Pesik, SE., MSA menambahkan bahwa pemahaman akuntansi yang baik membantu pengambilan keputusan yang tepat. Opa Mustofa, SE., M.Si menilai kegiatan ini relevan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, dan Ventje F. Aror, ST., MT menekankan pentingnya inovasi produk kerajinan agar lebih kompetitif di pasar.
Para peserta pun merasakan manfaat langsung. Mereka memperoleh keterampilan baru merangkai bunga sekaligus memahami cara mengelola usaha secara lebih sistematis. Kesan positif ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang integratif mampu memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi jemaat.(*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post