Manado, Barta1.com – Dalam upaya meningkatkan ketahanan dan profesionalisme usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor buah musiman, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Akuntansi menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)” bagi pelaku UMKM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pengabdian masyarakat dari Jurusan Akuntansi Polimdo tersebut dilaksanakan di Kios Buah Durian Murah Banjer.

Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat, Andreas Randy Wangarry, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali pelaku UMKM dengan pemahaman akuntansi sederhana agar tidak keliru dalam menentukan harga jual, terutama saat musim panen raya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dengan ilmu akuntansi sederhana agar tidak salah dalam menentukan harga jual, terutama saat musim panen raya tiba,” ungkap Andreas Randy Wangarry kepada Barta1.com.
Menurutnya, pemilik Kios Buah Durian Murah Banjer mengaku selama ini hanya berpatokan pada harga pasar atau mengikuti harga kios lain tanpa melakukan perhitungan rinci terhadap biaya produksi maupun operasional.
“Selama ini kita jual kadang untung besar, kadang boncos. Padahal kalau dihitung-hitung, ongkos angkut, penyusutan buah yang busuk, hingga plastik itu semua adalah biaya. Lewat pelatihan ini, kami belajar bagaimana menghitung HPP secara benar,” ujar Andreas, menirukan penjelasan pemilik kios.
Kegiatan tersebut turut diikuti para dosen Jurusan Akuntansi Polimdo, di antaranya Andreas Randy Wangarry selaku Ketua Pelaksana, Prof. Hedy D. Rumambi, Raymond F. Rombot, Joseph N. Tangon, Johanes H. Tene, Arifmanuel Kolondam, dan Esrie Alfian Nixon Limpele.
Selain itu, hadir pula Raykes Hinrich Tuerah, Christony Maradesa, Sintia N. Korompis, Andreuw K. Pantow, Wenny Anggresia Ginting, Fanesa Isalia Minanda Syaefudin, Belthasar Trito Siahaan, Dominikus Andreo Maryadi, serta Ficky March Firmanto Purba.
Dalam pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut, pemilik dan karyawan kios diajarkan cara memisahkan biaya tetap dan biaya variabel. Mereka juga mendapatkan simulasi langsung mengenai perhitungan HPP untuk berbagai jenis durian.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga membahas strategi penetapan harga di tengah ketatnya persaingan pasar. Pemilik kios didorong untuk tidak terjebak dalam perang harga yang merugikan, melainkan lebih fokus bersaing melalui kualitas buah dan kebersihan tempat usaha.
“Kegiatan ini juga membahas strategi penetapan harga di tengah persaingan pasar. Pemilik kios didorong untuk tidak terlibat dalam perang harga yang merugikan, melainkan bersaing pada kualitas buah dan kebersihan tempat jual,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post