• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 6, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Talaud

Krisis Listrik di Talaud Berpotensi Ancam Stabilitas dan Kedaulatan Negara

by Frets Evan
25 Februari 2026
in Talaud
0
0
SHARES
186
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Fernando Loronusa (foto istimewa)
Fernando Loronusa (foto istimewa)

Talaud, Barta1.com – Krisis listrik di Kabupaten Kepulauan Talaud sudah menjadi penyakit kronis. Kondisi ini sudah menahun sejak Kabupaten paling utara ini berotonomi dan terus terjadi hingga saat ini.

Meskipun rasio elektrifikasi nasional diklaim tinggi 99,1% pada akhir 2025, namum ketimpangan akses di daerah perbatasan apalagi kepulauan masih terjadi.

Beberapa faktor utama penyebab terjadinya pemadaman listrik yaitu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak karena cuaca ektreme dan kerusakan mesin kapal. Juga ketika terjadi kerusakan pada mesin pembangkit yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk proses perbaikan, apalagi jika ada alat mesin yang harus didatangkan dari luar daerah. Selain itu, daun kelapa dan cabang pohon bahkan pohon roboh yang menimpah jalur kabel listrik sangat sering menjadi penyebab listrik padam.

Jika dihitung menggunakan mate-matika dasar, dalam setahun pemadaman listrik paling sedikit terjadi selama 40 hari atau 480 jam. Ini jika pemadamannya hanya disiang hari atau malam hari. Jika pemadamannya terjadi pada siang hingga malam dan sebaliknya, maka pemadaman listrik ini terjadi selama 960 jam.

Merujuk pada angka di atas, krisis listrik ini sudah menyebabkan kerugian materiil dan moril bagi masyarakat. Hal ini menciptakan ketidaknyamanan yang menurunkan rasa kepuasan terhadap layanan publik.

Fernando Loronusa, salah satu warga mengatakan, secara geopolitik krisis listrik berkepanjangan di wilayah perbatasan Indonesia merupakan ancaman serius bagi stabilitas nasional, keamanan, dan kedaulatan negara.

“Jika ini terus terjadi maka berpotensi kuat menurunkan kepercayaan masyarakat lokal terhadap negara dan memudahkan pengaruh asing,” ujar Loronusa, Rabu (25/02/2026).

Ada juga potensi kerawanan akibat krisis listrik yang berkepanjangan ini seperti meningkatnya risiko kriminalitas, menurunkan rasa aman dan menciptakan kesenjangan ekonomi antara wilayah perbatasan dan wilayah pusat, yang bisa menimbulkan ketidakpuasan sosial.

“Kondisi ini sangat rentan menurunkan semangat nasionalisme masyarakat karena terhambatnya aktivitas ekonomi, produktivitas, dan kenyamanan hidup, yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakpuasan sosial. Apalagi di Talaud, listrik padam total menyebabkan hilangnya akses internet, komunikasi dan air bersih,” jelasnya.

Dengan nada serius ia mengatakan, jika ketidakpuasan ekonomi yang meletus menjadi protes, ini akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Bahkan menjadi sinyal negatif bagi investor, yang menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Terkait upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulaun Talaud untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan ini, ia mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan dan doa.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: #Krisis Listrik #Talaud #Fernando Loronusa #Nasionalisme #perbatasan indonesia
ADVERTISEMENT
Frets Evan

Frets Evan

Next Post
Foto: Kepulauan Sangihe termasuk di antara 51 instansi yang menerima penghargaan. (Dok. Istimewa)

Sangihe Masuk Daftar 51 Daerah Proaktif Pengadaan Versi LKPP

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tegakkan Aturan! KKP Hentikan Sementara Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Morowali 5 Maret 2026
  • Empat Tahun Buron, Tim Tabur Kejati Sulut Tangkap Terpidana Pengrusakan Hutan di Manado 5 Maret 2026
  • Aksi Kejati Sulut Gebrak 5 Toko Mas–Merujuk Pada Siapa Aktor Intelektual di Balik Perdagangan Emas Ilegal…? 5 Maret 2026
  • Nihil Kecelakaan Kerja, PLN UP3 Kotamobagu Raih Penghargaan Zero Accident dari Pemprov Sulut 5 Maret 2026
  • Teken MoA, PLN UP3 Palu Jadikan Teknik Untad ‘Laboratorium Hidup’ Inovasi Listrik 5 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In