Tagulandang, Barta1.com – Komitmen menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan kembali ditunjukkan oleh Kelompok masyarakat Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Mandolokang melalui kegiatan pengawasan berbasis masyarakat yang digelar pada Rabu (18/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin kelompok dalam memperkuat perlindungan laut sekaligus meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum (APH).
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok PAAP Mandolokang berkolaborasi dengan unsur POSAL, KORAMIL, dan POLSEK Tagulandang untuk melaksanakan patroli di wilayah perairan Tagulandang. Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan laut serta memastikan praktik perikanan berlangsung secara berkelanjutan.
Patroli pengawasan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Penyuluh Perikanan KKP, Danposal, Dankoramil, dan Kapolsek Tagulandang. Kehadiran para pimpinan instansi tersebut menjadi bukti dukungan dan komitmen lintas sektor dalam mencegah berbagai ancaman terhadap sumber daya kelautan dan perikanan.
Meski cuaca kurang bersahabat, kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Patroli difokuskan pada pencegahan praktik illegal fishing dan destructive fishing, serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pembiusan ikan oleh oknum tertentu.
Pengawasan berbasis masyarakat dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan ekosistem laut. Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memastikan setiap potensi pelanggaran dapat dicegah dan ditindak secara tepat.
Selain melakukan patroli, tim juga melakukan sosialisasi kepada nelayan yang ditemui di lapangan mengenai pentingnya praktik perikanan berkelanjutan. Upaya edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga sumber daya laut demi keberlanjutan generasi mendatang.
Ketua Kelompok PAAP Mandolokang, Dances Anthonie menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kekuatan utama dalam menjaga laut. “Pengawasan laut bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan laut tetap terjaga dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujarnya.
Program PAAP sendiri merupakan sebuah inisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Sulawesi Utara yang didukung oleh Rare sebagai salah satu instrumen pengelolaan perikanan yang menjamin peran masyarakat desa pesisir dalam pengambilan keputusan secara kolektif dan memperkuat tata kelola sumber daya perikanan di tingkat lokal. Saat ini, Program PAAP dijalankan di 13 lokasi yang tersebar di lebih dari 140 desa yang terdapat di 10 Kabupaten pesisir di Sulawesi Utara.
Dengan dukungan seluruh pihak, perlindungan sumber daya perikanan di wilayah Tagulandang diharapkan semakin efektif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
TENTANG RARE
Rare, sebuah organisasi konservasi yang berbasis di AS, bekerja secara global untuk membekali mitra dan masyarakat di daerah yang paling terancam di dunia dengan ketrampilan dan motivasi yang mereka butuhkan untuk merawat sumber daya alam mereka. Selama 30 tahun terakhir di lebih 55 negara dan ratusan kawasan kerja, Rare menggunakan pendekatan kreatif untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku masyarakat dan stakeholder agar sumberdaya alam lebih terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Dalam satu dekade terakhir, Rare menjalankan program Fish Forever yang mendorong konservasi wilayah laut dan perikanan berkelanjutan di Indonesia dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, kebijakan dan tata kelola, dan pendanaan berkelanjutan.
www.rare.org; facebook: rare Indonesia
Editor: Agustinus Hari


Discussion about this post