• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

310 Kg Sampah Terangkat dari Pantai Karangria, Kolaborasi MUI, TKNPSL dan Seasoldier Sulut

by Meikel Eki Pontolondo
15 Februari 2026
in Edukasi
0
310 Kg Sampah Terangkat dari Pantai Karangria, Kolaborasi MUI, TKNPSL dan Seasoldier Sulut
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Sebanyak 310 kilogram sampah berhasil diangkat dari Pantai Karangria, Manado, Minggu (15/02/2026). Aksi bersih pantai ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKNPSL)  serta komunitas Seasoldier Sulut.

Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 130 kilogram berhasil dipilah berdasarkan jenisnya, terdiri atas 23 kilogram cup plastik, 41 kilogram botol plastik, 18 kilogram kaca, 5 kilogram plastik kertas, 2 kilogram tutup botol, serta 205 kilogram sampah campur.

Koordinator Seasoldier Sulut, Patrick Paendong, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Pantai Karangria dipilih sebagai lokasi utama karena letaknya yang strategis, namun kerap menjadi titik penumpukan sampah kiriman.

“Target kegiatan hari ini bukan sekadar bersih-bersih pantai, tetapi juga mengedukasi masyarakat pesisir agar semakin peduli terhadap lingkungan. Banyak warga menggantungkan mata pencaharian di sini, sehingga kebersihan menjadi kebutuhan bersama,” ungkap Patrick kepada awak media.

Berbeda dari aksi pungut sampah konvensional, sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Panitia menerapkan sistem pemilahan langsung di lokasi untuk memisahkan sampah organik, anorganik, hingga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Dalam proses daur ulang, penyelenggara turut menggandeng NTPI untuk mengolah kembali limbah plastik. Botol plastik akan diproses menjadi produk baru, sementara tutup botol dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomi, seperti meja dan gantungan kunci.

Aksi di Manado ini juga terhubung dengan kegiatan utama tingkat nasional yang berpusat di Bogor, Jawa Barat, dan dipantau langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup. Jika di Bogor fokus diarahkan pada pembersihan sungai, maka di Manado perhatian ditujukan pada pelestarian ekosistem pesisir.
Laporan hasil pemilahan sampah dari Karangria nantinya akan diserahkan kepada kementerian sebagai bagian dari capaian pembersihan nasional.

Sekretaris MUI Kota Manado, Suaib Sulaiman, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan wujud nyata dari iman.

Ia mengingatkan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa terkait pengelolaan sampah sebagai dorongan perubahan perilaku umat.

“MUI mengeluarkan fatwa untuk mengajak kita hidup sehat. Kerusakan yang terjadi adalah akibat ulah manusia. Momentum ini menjadi ajakan bagi semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan, terutama di wilayah pesisir, agar tidak menimbulkan dampak seperti banjir,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab lintas agama. “Ini adalah panggilan bagi seluruh umat beragama untuk melakukan kebaikan hari ini. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut hingga ke kampung-kampung,” tambahnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Pengawas Lingkungan Hidup DLH Manado, Ridwan Lamani, menyebut sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas sebagai kunci terwujudnya kota yang bersih.

“MUI telah mempertegas melalui fatwa bahwa membuang sampah di pesisir pantai atau sungai adalah haram. Ini menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan bukan hanya persoalan sosial, melainkan juga tanggung jawab iman. Ketika itu haram, berarti ada konsekuensi dosa,” pungkas Ridwan. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: MUIMUI Kota ManadoPatrick PaendongPembersihan Pantai Karangria ManadoSeasoldier Sulut
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Manado Book Party, Ruang Membaca dan  Hidupkan Literasi

Manado Book Party, Ruang Membaca dan Hidupkan Literasi

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tangkap Pencatut Nama Kejaksaan 16 Maret 2026
  • Internet di Sangihe Akan Terputus Lima Hari pada April, Ini Penyebabnya 16 Maret 2026
  • Sejarah Pulau Kawaluso, Sangihe: Ruang Tradisi Senyap Namun Berdenyut 16 Maret 2026
  • Ramlan Mangkialo : Buka Puasa Bersama Wujud Kepedulian dan Tanggung Jawab 16 Maret 2026
  • Merawat Simbol Kampus: Unsrat dan Nama Sinyo Sarundajang 15 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In