• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Budaya

Suasana Perayaan Pesta Adat Tulude di California, Amerika Serikat 2026

by Iverdixon Tinungki
8 Februari 2026
in Budaya
0
Pesta Adat Tulude di California, Amerika Serikat.

Pesta Adat Tulude di California, Amerika Serikat.

0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BARTA1.COM-– Suasana meriah nampak dalam pesta ada Tulude yang diselenggarakan diaspora Nusa Utara di Amerika Serikat pada 1 Februari 2026 bertempat di Presbyterian church in Claremont, California.

Keunikan simbol-simbol tradisi sakral pesta adat entitas etnik Sangihe Talaud ini terlihat disiapkan apik. Syair-syair tua dibacakan. Lagu-lagu agung Sangihe Talaud dinyanyikan.

Ada pemontongan kue adat Tamo, tari Salo dan Gunde di panggung utama yang membuat pesta adat ini terasa indah dan religius.

Menurut pihak penyelenggara, Konjen RI Los Angeles (LA), Purnomo A. Chandra, bersama Konsul Pensosbud, Konsul Ekonomi Kreatif, dan tim KJRI Los Angeles menghadiri Perayaan Tulude 2026 yang diselenggarakan oleh komunitas Nusa Utara di California Selatan ini.

Perayaan Tulude tersebut dihadiri ratusan hadirin yang terdiri dari WNI maupun Diaspora Indonesia, khususnya anggota komunitas Nusa Utara di AS.

Rangkaian acara dibuka dengan ibadah yang berlangsung khidmat. Sebelumnya para tamu VIP disambut melalui tarian Salo, tradisi penghormatan khas Nusa Utara. Para undangan kemudian disuguhkan drama singkat tentang asal usul perayaan Tulude, yang menggambarkan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Pencipta.

Suasana perayaan dan kebersamaan semakin terasa ketika para tamu dan undangan diajak ikut menari Gunde dan Tamo, disusul pembacaan puisi “Tulude” dalam bahasa Sangehe.

Setelah rangkaian budaya, acara berlanjut dengan sambutan dari Ketua Nusa Utara So-Cal, Vanty Ramos; Presiden IDN LA, Butce Lie; serta sambutan dari Konjen RI LA, Purnomo A. Chandra.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang diiringi lagu-lagu daerah dan pertunjukan adat.

Konjen RI LA, Purnomo A. Chandra, dalam sambutannya mengatakan, Tulude bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga pengingat akan kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Indonesia di luar negeri.

“Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam perayaan ini terus menguat di tahun 2026 dan menjadi bekal bagi generasi penerus dalam menjaga jati diri bangsa,” ujar Purnomo.

KJRI Los Angeles juga mengucapkan selamat merayakan Tulude 2026 kepada seluruh masyarakat Nusa Utara di California, semoga adat yang ada terus hidup, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi diaspora berikutnya.

Tentang Tulude

Tulude adalah budaya sakral yang memiliki dimensi persatuan dalam merekatkan semangat kebersamaan masyarakat Nusa Utara di mana pun berada.

Tulude merupakan identitas masyarakat Nusa Utara. Banyak nilai-nilai luhur yang mengajarkan dan membimbing kita untuk memelihara kebersaman dalam mencapai kemajuan hidup.

Itu sebabnya Tulude selalu digelar dalam tata cara seoriginal mungkin, agar masyarakat Sangihe Talaud dapat melihat, memahami dan merasakan sakralitas Tulude yang sebenarnya.

Latar belakang budaya Tulude, pertama dan terutama, harus disebutkan bahwa Tulude adalah sebuah tradisi sakral masyarakat etnik Sangihe Talaud.

Dalam kamus bahasa Sangihe kata Tulude adalah perpaduan dari kata Suhude artinya menolak atau mendorong dan kata hude artinya meluruskan.

Tulude telah hidup dalam kurun ribuan tahun dalam aktivitas kehidupan masyarakat bahari Nusa Utara sebagai tradisi menolak bala.

Puncak pelaksanaan Tulude dalam sejarahnya mengacu pada perhitungan astronomis etnis Sangihe menyangkut posisi bintang Kadademahe (Bintang Fajar) yang berada pada posisi tegak lurus dengan kepulauan Sangihe Talaud yang selalu terjadi pada pukul 00.00 pada tanggal 31 Januari setiap tahun.

Itu sebabnya Tulude Utama harus dilaksanakan pada tanggal 31 Januari dan berpusat di kepulauan Sangihe Talaud pada setiap tahunnya, baru bisa diikuti pelaksanaannya di tempat lain.

Seiring masuknya agama-agama Samawi terutama Kristen di Sangihe Talaud sejak abad ke 16 hingga abad 19, Tulude telah mengalami transkonseptualisasi menjadi upacara adat syukur atas tahun yang lalu dan memohon penyertaan Tuhan pada tahun yang baru.

Transkonseptualisasi yang dilakukan para misionaris masa lampau di Sangihe Talaud terhadap Tulude menjadikan tradisi tua ini mendapatkan pemaknaan baru, namun tetap selaras dengan filosofi asli bahari Nusa Utara dan nilai-nilai kekristenan yang kemudian dikenal sebagai upacara adat religius yang tidak saja dilaksanakan oleh komunitas masyarakat umum tapi juga oleh komunitas gerejani.

Bagi masyarakat etnis Sangihe Talaud di mana pun berada, Tulude selalu dipandang semacam barisan ombak yang mewariskan citra kepribadian dan keunikan budaya sebuah bangsa yang mengafirmasi nilai-nilai religius kebaharian.

Atas dasar pemahaman inilah Upacara Adat Tulude digelar.

Penulis/Editor:
Iverdixon Tinungki

 

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Konservasi di Atas Kertas, Tambang di Lapangan: Alarm Bahaya untuk Sulut

Konservasi di Atas Kertas, Tambang di Lapangan: Alarm Bahaya untuk Sulut

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 24 Mei 2026
  • Sudah Sebulan Lebih Dikabarkan Keluar Daerah Tanpa Izin, Kades Tule Utara Diduga Kuat Pergi Menambang Emas di Manokwari 24 Mei 2026
  • Adhyaksa FC Home Base di Manado Makin Kencang, Persma Legend Dukung 23 Mei 2026
  • Semangat Konservasi di Pantai Saidan, Artsas Family Edukasi dan Tanam Bibit Mangrove 23 Mei 2026
  • Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan 23 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In