Manado, Barta1.com – Nick Adicipta Lomban, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, membacakan laporan pelaksanaan reses masa sidang pertama tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (6/12/2025).
Dalam laporannya, Nick menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses, khususnya dari Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. Wilayah yang diserap aspirasinya meliputi Kecamatan Kalawat (Desa Kolongan, Maumbi, Suwaan, Watutumou), Kecamatan Dimembe (Desa Klabat dan Tatelu), Kecamatan Wori (Desa Tiwoho), serta wilayah kepulauan Minahasa Utara.
Selain itu, aspirasi juga datang dari Kecamatan Talawaan, Kecamatan Airmadidi (Kelurahan Sukur), Kecamatan Girian (Kelurahan Girian Indah, Girian Bawah, dan Weru Dua), Kecamatan Madidir (Kelurahan Madidir Unet, Paceda, dan Padaodan), Kecamatan Maesa (Kelurahan Pateten Tiga, Kakenturan Satu, Pakaodan, dan Ranowulu), Kecamatan Ranowulu (Kelurahan Rondoran), serta Kecamatan Matuari (Kelurahan Manembo-nembo Atas).
“Masyarakat melalui aspirasi yang disampaikan berharap adanya perhatian serius di bidang infrastruktur, khususnya pembangunan dan perbaikan ruas jalan provinsi beserta drainase,” ungkap Nick.
Ia menambahkan, masyarakat juga mengharapkan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan permukiman, seperti jalan paving, drainase, penyediaan air bersih, pengelolaan persampahan, penerangan jalan, dan fasilitas penunjang lainnya.
Selain itu, masyarakat berharap adanya pembangunan jalan produksi pertanian dan perkebunan guna meningkatkan produktivitas, serta pembukaan dan perbaikan akses jalan menuju kawasan pariwisata.
Nick juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan tanggul penahan longsor di wilayah rawan bencana, serta tanggul pencegah banjir di daerah yang sering terdampak. “Masyarakat juga mengharapkan penerangan jalan demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta akses listrik, khususnya bagi masyarakat kepulauan di Minahasa Utara,” tambahnya.
Terkait keluhan warga Kecamatan Wori mengenai listrik, Nick menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. “Puji syukur kepada Tuhan, pada akhir tahun 2025 di bawah pemerintahan YSK Victory, pekerjaan tersebut sudah direalisasikan,” ujarnya.
Di bidang telekomunikasi dan pendidikan, masyarakat mengeluhkan keterbatasan jaringan internet, seperti di Desa Tep Warisa, Minahasa Utara. Selain itu, warga berharap adanya bantuan beasiswa bagi pelajar kurang mampu namun berprestasi, pengadaan komputer dan jaringan internet di sekolah-sekolah, serta bantuan Program Indonesia Pintar. Bahkan, masyarakat juga mengusulkan beasiswa bagi mahasiswa S1 dan S2 yang kurang mampu namun berprestasi, serta pelatihan pemandu wisata (tour guide) bagi generasi muda.
Pada sektor kesehatan, masyarakat mengharapkan bantuan berupa kacamata, kursi roda, dan alat bantu kesehatan lainnya bagi warga yang membutuhkan, kepesertaan Kartu Indonesia Sehat bagi masyarakat kurang mampu, serta pelayanan BPJS Kesehatan yang optimal.
“Masyarakat berharap pasien pengguna BPJS dapat ditangani secara tuntas hingga benar-benar sembuh, bukan dipulangkan sebelum pemulihan maksimal,” tegasnya.
Di bidang pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan, masyarakat berharap peningkatan kesejahteraan petani melalui bantuan bibit dan pupuk, bantuan bibit ternak dan ikan, serta penyediaan sarana perikanan seperti perahu ketinting, mesin tempel, kubox, jaring, dan peralatan pendukung lainnya.
Sementara itu, di sektor UMKM, masyarakat mendorong adanya bantuan peralatan usaha bagi pelaku usaha mikro, seperti peralatan pembuatan kue dan makanan, katering, pertukangan, menjahit, dan keterampilan lainnya. Selain itu, diharapkan pula adanya bantuan permodalan serta pelatihan UMKM dan IKM, khususnya bagi generasi milenial dan generasi Z.
Pada bidang sosial dan kemasyarakatan, masyarakat mengharapkan bantuan sosial bagi lansia, bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu, serta dukungan terhadap rumah-rumah ibadah. Nick menegaskan bahwa Provinsi Sulut telah memiliki Perda tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin, yang ke depan perlu diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Masyarakat juga berharap seluruh bantuan pemerintah ke depan dapat lebih tepat sasaran. Demikian aspirasi yang disampaikan dan secara lengkap telah tertuang dalam laporan yang akan diserahkan,” jelas Nick di hadapan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay.
Terpantau Barta1.com, anggota DPRD Provinsi Sulut dari Dapil Kota Bitung dan Minahasa Utara di antaranya Berty Kapojos, Henry Walukow, Cindy Wurangian, Eugine Mantiri, Ruslan Abdul Gani, Hillary Julia Tuwo, Julitje Maringka, dan Nick Adicipta Lomban.
Namun, dalam laporan pelaksanaan reses tahun 2025 tersebut, tidak disebutkan adanya kunjungan ke Kelurahan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan. Padahal, masyarakat di wilayah tersebut juga sangat membutuhkan perhatian, baik di bidang pendidikan, sosial, perikanan, dan sektor lainnya. Hal ini disayangkan karena wilayah tersebut tidak tersentuh dalam reses masa sidang pertama tahun 2025. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post