Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) mencatat tren kenaikan konsumsi daya listrik yang signifikan pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Meski terjadi lonjakan, PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi andal dan stabil.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengungkapkan bahwa konsumsi daya tertinggi pada malam pergantian tahun (31/12) mencapai 852,27 MegaWatt (MW). Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 12,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 lalu.
“PLN UID Suluttenggo memastikan seluruh sistem kelistrikan berada dalam kondisi normal dan siap melayani kebutuhan masyarakat pada momen beban puncak perayaan Tahun Baru,” ujar Usman Bangun dalam keterangan resminya, Jumat (02/01/2026).
Lonjakan konsumsi tersebut berhasil diantisipasi berkat ketersediaan pasokan yang mumpuni. Per 31 Desember, daya mampu pembangkit di wilayah Suluttenggo tercatat sebesar 1.126,09 MW, yang berarti masih terdapat cadangan daya yang sangat mencukupi untuk melayani masyarakat.
Sistem kelistrikan di wilayah ini ditopang oleh dua sistem utama on grid, yakni Sistem SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) serta Sistem Sulselrabar yang melayani Sulawesi Tengah. Selain itu, PLN mengelola 62 sistem kelistrikan isolated atau off grid di wilayah kepulauan.
Usman menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keandalan ini merupakan bentuk komitmen pelayanan prima. Ia bersyukur sistem dapat berjalan andal sehingga seluruh aktivitas masyarakat di malam pergantian tahun berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.
Dalam menjaga performa ini, PLN telah menyiagakan total 2.199 personel yang tersebar di 60 posko siaga. Tim ini termasuk 32 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang memiliki kualifikasi khusus untuk menangani gangguan tanpa memadamkan aliran listrik.
Keandalan pasokan ini juga dipantau secara ketat melalui mekanisme Check Point Kelistrikan secara virtual. Seluruh jajaran manajemen di tingkat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) melaporkan kondisi wilayah masing-masing secara real-time kepada pusat komando.
“Kami bersyukur, sistem dapat berjalan andal sehingga aktivitas masyarakat berlangsung dengan lancar,” pungkas Usman. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post