Manado, Barta1.com – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona VII resmi digelar di Universitas Muhammadiyah Manado (UMM). Kegiatan ini dibuka dengan khidmat dan berjalan lancar pada Jumat (19/12/2025).
Rakerwil tersebut turut dihadiri langsung oleh Koordinator Presidium Nasional BEM PTMAI, Yogi Syahputra Alidrus, yang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta.
Yogi menegaskan bahwa agenda konsolidasi dan rapat kerja wilayah merupakan momentum strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi mahasiswa Muhammadiyah.
“Agenda konsolidasi dan rapat kerja wilayah ini menjadi poin penting yang harus ditampung dalam program-program konkret, agar akreditasi Universitas Muhammadiyah semakin baik serta mampu membangkitkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara,” ungkap Yogi.
Selain itu, Yogi juga menyampaikan salam dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, kepada seluruh pimpinan, mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Manado, khususnya peserta Rakerwil BEM PTMAI Zona VII.
“Kawan-kawan yang saya banggakan, ketika kita berbicara tentang mahasiswa, kita sering menyebut nilai agent of change dan lainnya. Itu merupakan nilai individualistik yang dimiliki mahasiswa, namun kekuatannya terletak pada dampak sosial. Karena itulah di kampus hadir BEM, DPM, dan IMM,” jelas Yogi.
Ia menambahkan bahwa keberadaan organisasi-organisasi kemahasiswaan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat kolektif serta meningkatkan nilai kebermanfaatan mahasiswa bagi lingkungan sekitar.
“Muhammadiyah merupakan organisasi sosial. Oleh karena itu, BEM didirikan untuk memberikan dampak nyata melalui program-program yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Yogi juga memberikan perhatian khusus kepada pihak pimpinan kampus, terutama bagi para Wakil Rektor di Universitas Muhammadiyah Manado, agar terus merawat dan mendukung keberlangsungan BEM serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rakerwil ini menjadi wadah untuk merangsang lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi masa depan PTMAI Zona VII, terutama dalam menjawab tantangan kesenjangan wilayah.
“Jika kita membandingkan Indonesia Barat dan Indonesia Timur, jaraknya sangat jauh, terutama dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Bahkan jika dianalisis, bisa saja pada 2045 kondisi Indonesia Timur masih setara dengan Jawa pada 2015,” tuturnya.
Menurut Yogi, ketimpangan tersebut menunjukkan betapa pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Karena itu, Rakerwil ini diharapkan mampu melahirkan pertumbuhan pemikiran yang segar dari mahasiswa Indonesia Timur, baik dalam bentuk gagasan, inovasi pendidikan, maupun solusi sosial lainnya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post