Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo resmi meningkatkan jam operasional listrik menjadi 24 jam penuh di empat pulau strategis Sulawesi Utara. Keempat wilayah tersebut mencakup Pulau Buhias, Pulau Kakorotan, Pulau Mantehage, dan Pulau Nain yang sebelumnya hanya menikmati aliran listrik selama 6 hingga 12 jam.
Langkah ini diprediksi akan mengubah peta ekonomi lokal, terutama di sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama warga. Dengan ketersediaan listrik sepanjang hari, para nelayan kini dapat mengoperasikan mesin pendingin hasil laut atau cold storage secara konsisten untuk menjaga kualitas tangkapan.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menjelaskan ketersediaan energi ini adalah kunci kesejahteraan. Menurutnya, nelayan di wilayah kepulauan tidak lagi harus terburu-buru menjual hasil tangkapan mereka dalam satu hari karena terkendala pengawetan.
“Nelayan tidak lagi harus menghabiskan hasil tangkapan dalam satu hari karena kini ikan dapat disimpan di cold storage atau lemari pendingin, dan usaha kecil dapat tumbuh di kampung sendiri,” ungkap Arsyadany dalam peresmian di Manado, Rabu (17/12/2025).
Data kelistrikan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas daya. Di Pulau Kakorotan misalnya, kebutuhan listrik masyarakat yang hanya sekitar 32 kW kini ditopang oleh daya mampu sebesar 160 kW. Surplus daya yang besar ini sengaja disiapkan PLN untuk mendukung hilirisasi industri perikanan rumah tangga di perbatasan NKRI tersebut.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyebut kehadiran listrik ini sebagai mesin penggerak roda ekonomi baru. Ia optimistis taraf hidup masyarakat di wilayah kepulauan akan meningkat seiring dengan terbukanya peluang usaha mikro yang berbasis listrik.
“Listrik bukan hanya sekadar cahaya, tetapi pintu menuju masa depan yang lebih adil. Roda ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih maju untuk menuju Sulawesi Utara yang terang, mandiri, dan sejahtera,” tambah Gubernur Yulius. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post