Banda Aceh, Barta1.com – Dampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera meninggalkan kerusakan signifikan pada infrastruktur kelistrikan, terutama di wilayah Aceh. Hingga saat ini, PLN masih berupaya menuntaskan perbaikan jaringan di beberapa daerah, menyusul pulihnya sistem kelistrikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan bahwa personel di lapangan terus bekerja keras, meskipun menghadapi kendala.
“Berdasarkan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, seluruh personel bekerja tanpa henti menembus medan berat demi memulihkan listrik di semua titik terdampak,” ujar Darmawan, memprioritaskan penyelesaian pemulihan di Aceh.
Data terkini menunjukkan dari tiga provinsi terdampak, hanya sistem kelistrikan di Aceh yang belum pulih total, dengan status penyalaan mencapai 97 persen. Perbaikan difokuskan di beberapa daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Tamiang, dan Bireun.
Kerusakan di Aceh meliputi 12 tower transmisi SUTT 150 kV yang mengalami kerusakan. Tower-tower vital ini berada di jalur Bireuen–Arun, Brandan–Langsa, dan Peusangan–Bireuen, menyebabkan terganggunya pasokan listrik di lebih dari 10 kabupaten/kota.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir, menyoroti besarnya upaya pemulihan infrastruktur. Di Sumatera Barat, yang telah pulih total per Jumat, 5 Desember 2025, PLN harus mengganti dan memasang ulang total 619 tiang jaringan dan 30,95 kilometer sirkuit kabel listrik. Kerusakan parah yang sama juga dihadapi tim di Aceh.
“Rampungnya pemulihan ini bukan hanya keberhasilan teknis, tetapi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menembus medan tersulit,” kata Mundhakir, meskipun pernyataannya merujuk pada Sumut, spirit kolaborasi ini tetap menjadi kunci di Aceh.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menargetkan kelistrikan Aceh pulih pada Sabtu, 6 Desember, namun kerusakan yang luas pada 12 tower transmisi tersebut menyebabkan perpanjangan waktu pemulihan hingga di atas 97 persen. Upaya pembangunan ulang infrastruktur terus digencarkan untuk menuntaskan sisa 3 persen yang terdampak di kabupaten/kota tersebut. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post