• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Budaya

Mitos Setan Tama, Menguak Tabir Manusia Alam di Kepulauan Sangihe

by Iverdixon Tinungki
8 Desember 2025
in Budaya
0
Mitos Makhluk halus di Sangihe Talaud. (Gambar: Ilustrasi)

Mitos Makhluk halus di Sangihe Talaud. (Gambar: Ilustrasi)

0
SHARES
114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Iverdixon Tinungki

Di antara gugusan pulau vulkanis Sangihe Talaud, di mana laut biru bertemu dengan rimbun hutan hujan, ada kisah-kisah perjumpaan misterius yang mengguncang nalar.

Inti dari segala keanehan itu adalah Tama atau Tamak, sebuah entitas yang kehadirannya seringkali membawa kengerian tak terperi bagi penduduk setempat.

Khususnya di Pulau Siau, penampakan makhluk yang dipandang sebagai sejenis setan ini bukanlah mitos yang luntur, melainkan peristiwa nyata yang meninggalkan rasa takut mendalam. Keberadaan Tama menjadi penanda bahwa batas antara dunia kasat mata dan alam gaib di Nusa Utara ini begitu tipis, selalu siap untuk dilewati.

Budayawan lokal, Drs. Micojan Bawuna, pada tahun 2022 lalu, memberikan penegasan yang meyakinkan: “Makhluk halus ini masih ada. Kendati mulai jarang nampak, mereka masih hidup di Sangihe Talaud.” Menurut pandangannya, Tama bukanlah sekadar hantu konvensional. Ia adalah Manusia Alam, sejatinya manusia yang telah mencapai tingkat penyatuan spiritual yang paripurna dengan lingkungan sekitarnya.

Transformasi inilah yang membuat mereka disebut makhluk halus—mereka tidak lagi tunduk pada hukum fisik manusia biasa, bersemayam di antara pepohonan dan batu-batuan, menjadikan setiap kemunculannya selalu mengejutkan dan menggetarkan.

Ketika Tama memutuskan untuk menampakkan diri, wujud fisiknya sekilas menyerupai manusia normal. Namun, dampak dari pertemuan itu sungguh destruktif secara psikis. Orang yang melihatnya kerap kali menjadi gagu, lemas, seolah-olah energinya disedot habis.

Dalam keadaan marah atau ingin menakuti, deskripsi wujud Tama berubah drastis menjadi mengerikan: lidahnya akan menjulur panjang, dan bibirnya terbuka sangat lebar—sebuah ekspresi murka alam yang tak terbayangkan. Ini adalah peringatan visual bahwa kehadiran mereka membawa resonansi energi yang berbeda, melumpuhkan kesadaran manusia.

Meskipun memiliki kekuatan yang menakutkan, Tama bertindak dengan batasan. Mereka digolongkan sebagai jenis makhluk halus yang ‘nakal’, namun bukan pembunuh yang serampangan.

Kekuatan mereka diarahkan sebagai hukuman bagi mereka yang melakukan kesalahan besar, terutama yang berkaitan dengan perusakan hutan atau ketidakseimbangan ekologis.
Tama adalah penjaga etika lingkungan; ia hanya mencelakakan manusia yang mengusik keseimbangan alam, menunjukkan bahwa di Sangihe Talaud, menghormati lingkungan adalah mandat spiritual yang tak bisa ditawar.

Keberadaan Tama yang misterius ini masih terlacak dengan kuat hingga era 1980-an, dibuktikan oleh kisah-kisah perjumpaan yang menjadi legenda hidup.

Salah satu saksi kunci dari era itu adalah Tata Aba, seorang lelaki berusia 70 tahun dari Paniki, Siau Barat, yang berulang kali bersentuhan dengan manusia alam ini.

Melalui kesaksiannya, terkuak adanya dimensi kehidupan lain. Ia mengisahkan bagaimana Tama bersemayam di pepohonan yang, bagi mata manusia, terlihat biasa saja, namun di mata para Tama, pohon itu adalah rumah bahkan sebuah ‘istana’ agung.

Pengalaman Tata Aba yang sempat hilang berbulan-bulan, lalu ditemukan duduk di cabang pohon besar, menjadi bukti nyata interaksi lintas dimensi ini.

Tama juga memiliki sisi yang membingungkan. Mereka konon suka berkelakar, seringkali membalas atau menimpali suara para pekebun dari balik rimbunnya semak. Namun, kelakar ini bisa berujung fatal. Saat berinteraksi langsung dengan manusia, Tama gemar melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat bingung dan linglung.

Hal inilah yang sering menyebabkan orang yang berjumpa dengannya tiba-tiba menghilang selama beberapa hari, seolah-olah tersesat dalam labirin pertanyaan gaib, meninggalkan tanda tanya besar tentang batas antara canda dan bahaya di alam mereka.

Polemik mengenai identitas Tama—apakah ia makhluk halus murni atau sisa-sisa suku kuno—terus berlanjut. Sejarawan Ivan RB Kaunang, dalam karya monumentalnya Bulan Sabit di Nusa Utara, memberikan sudut pandang antropologis.

Ia mengemukakan bahwa Tama atau Tamak adalah sub-suku dari jenis manusia Apapuang, yang secara historis merupakan manusia alam yang kehidupannya sepenuhnya bergantung pada lingkungan. Dalam stratifikasi Apapuang, Tama ditempatkan pada derajat terendah, ditandai dengan gaya hidup nomaden tanpa tempat tinggal permanen yang jelas.

Pada akhirnya, Tama adalah cerminan dari akar budaya Sangihe Talaud yang kaya. Mereka mewakili garis tipis antara mitologi dan sejarah; antara roh penjaga yang marah dan jejak leluhur yang belum punah.

Kepercayaan masyarakat Siau akan eksistensinya bukan hanya soal takhayul, melainkan penghormatan mendalam terhadap alam yang menjadi sumber kehidupan.

Kisah Tama adalah pengingat bahwa alam di kepulauan ini memiliki penjaga, dan melanggar batasnya berarti mengundang intervensi misterius dari entitas yang telah menyatu dengan hutan dan gunung.(*)

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Gelaran akbar Electricity Connect 2025: Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty. (Foto: PLN)

Perluas Kolaborasi Lintas Sektor, PLN Akselerasi Pemerataan dan Ketahanan Energi Nasional

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Bakar Semangat Pemuda Sinode GMPU, Pdt. Jhounlee Tatuhas, M.Th: Jadikan Medsos Sebagai Saluran Berkat 24 Juni 2026
  • Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas Temui Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri 24 Juni 2026
  • Tiba di Lokasi Perkemahan, Rombongan Pemuda GMPU Sangihe Siap Ikuti Youth Camp di Rainis 24 Juni 2026
  • Pejuang Lahan dari Aliansi Pajakat Dipenjara dan Ajukan Praperadilan 23 Juni 2026
  • Pemkab Sangihe dan UNIMA Teken MoU Penguatan SDM dan Pembangunan Daerah 23 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In