Bireuen, Aceh, Barta1.com – Senyum haru bercampur lega terlihat di wajah ratusan warga Desa Blang Panjoe, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang kini menghuni posko pengungsian di halaman masjid baru-baru ini.
Di tengah tantangan pasca-banjir, kedatangan bantuan logistik dalam jumlah besar dari PT PLN (Persero) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi oase harapan. Bantuan ini disambut bak uluran tangan penyelamat, menyuplai kebutuhan pangan dasar bagi para penyintas.
Posko pengungsian yang riuh rendah dengan aktivitas dapur umum mendadak semakin ramai saat tumpukan logistik mulai diturunkan. Bantuan yang disalurkan mencakup 700 kilogram (kg) beras, 700 kg gula, dan 1.400 liter minyak goreng, selain berbagai kebutuhan lain seperti mi instan, telur, makanan siap saji, dan obat-obatan. Kedatangan dukungan ini seolah menjadi energi baru bagi warga yang berjuang memulihkan kehidupan.
Salah seorang warga Desa Blang Panjoe, Deva, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengakui, di masa sulit ini, dukungan dari pemerintah pusat dan BUMN sangat berarti.
“Terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak terkait seperti PLN, Bapak Menteri ESDM, Pak Bahlil. Terima kasih karena sudah kasih bantuan ke kami sebegini rupa,” tutur Deva dengan suara bergetar, mencerminkan rasa syukur seluruh warga.
Senada dengan Deva, Murdiana, seorang ibu rumah tangga pengungsi, berharap bantuan ini dapat berlanjut seiring proses pemulihan yang masih panjang. Kebutuhan pangan, katanya, adalah prioritas utama bagi keluarga-keluarga yang rumahnya terendam.
“Kalau ada rezeki, semoga bantuannya bisa diperpanjang lagi. Sebab, kami sangat membutuhkan,” ungkap Murdiana, menatap tumpukan bahan makanan dengan penuh harap.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang turun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa penanganan pascabencana adalah tanggung jawab bersama seluruh sektor. Ia memastikan bahwa penyaluran logistik hingga kesiapan dapur umum berjalan efektif dan optimal, sesuai arahan Presiden.
“Perintah Bapak Presiden adalah kita tidak boleh menyerah. Semua kekuatan nasional kita harus diturunkan. Itu menyangkut dengan BBM dan listrik, menyangkut dengan apa yang hari ini saya lihat di dapur umum,” ujar Bahlil, menekankan pentingnya sinergi.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyatakan kelegaan atas solidaritas yang ditunjukkan. Ia menyebut bantuan ini sebagai “kebahagiaan besar” dan berkah bagi masyarakatnya. Ia juga mengapresiasi kolaborasi PLN dalam mendirikan dapur umum.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan PLN terus bergerak tak hanya dalam pemulihan kelistrikan, namun juga penyaluran bantuan sosial. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Yayasan Baitul Maal (YBM) ini juga mencakup penyediaan 11 dapur umum di berbagai lokasi terdampak, termasuk 2 titik di Bireuen. (**)
Editor:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post