Manado, Barta1.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang berlangsung di Lantai III Gedung Utama Polimdo, Jumat (5/12/2025).

Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, hadir bersama rombongan dalam rangka menindaklanjuti pertemuan sebelumnya sekaligus melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Polimdo.

Dalam sambutannya, Aidil menyampaikan terima kasih atas penyambutan hangat dari jajaran pimpinan Polimdo. Ia menjelaskan bahwa BPS, berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 tentang Statistik dan Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia, memiliki mandat sebagai koordinator kegiatan statistik dan pembinaan statistik di seluruh Indonesia.
“Kadang-kadang kami bingung, kok semua data ada di BPS. Padahal kami juga membina statistik sektoral. Jadi kalau nanti Polimdo punya data statistik, kami akan membantu membinanya agar data tersebut bisa digunakan tidak hanya untuk Polimdo, tetapi juga instansi lain,” ujarnya sambil tersenyum.
Aidil menambahkan bahwa BPS selalu siap memberikan konsultasi data untuk kebutuhan penelitian, baik data primer maupun sekunder. “Konsep dan definisi yang kami gunakan adalah standar nasional bahkan internasional. Sebagian dari kami yang hadir hari ini memang para pembina data statistik,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, menyebut hari tersebut sebagai hari yang ditunggu-tunggu. Ia menegaskan bahwa salah satu upaya institusi adalah mengajarkan mahasiswa untuk melawan hoaks.
“Baru saja saya mendengar pemberitaan Prof. Stella, salah satu Wamen kita, tentang dampak hoaks. Banyak yang menilai ini hanya proyek yang merugikan, padahal ada dampak lain yang belum diperhitungkan, seperti efek pembangunan infrastruktur terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.
Mareyke kemudian menyinggung pengalamannya ketika diminta membantu pemerintah menyusun master plan pariwisata beberapa tahun lalu. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sering terlalu fokus pada wisatawan mancanegara dan melupakan potensi besar wisatawan domestik.
“Setelah saya melihat data statistik, jumlah wisatawan domestik sangat luar biasa, dan mereka tidak terpengaruh oleh instabilitas politik. Sayangnya, ini belum dieksplorasi dengan baik, padahal kontribusinya besar bagi daerah,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah cenderung terpaku pada wisatawan internasional, meski tidak semuanya memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. “Ada negara tertentu yang wisatawannya justru lebih banyak meninggalkan sampah daripada kontribusi ekonomi. Hotel bisa rusak, baik itu pintu, televisi dan dampak ekonominya jelas dapat dihitung,” ungkapnya.
Mareyke menegaskan bahwa hal-hal seperti ini sering kali tidak diperhatikan pemerintah. “Melalui data statistik, semuanya terlihat dengan jelas. Wisatawan domestik punya potensi luar biasa yang belum dimaksimalkan,” katanya menutup sambutan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri para ketua jurusan dari enam jurusan di Polimdo serta para wakil direktur, antara lain Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Diane Tangian, SH., M.Si; Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT; serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makingung, SE., M.Si. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post