Talaud, Barta1.com – Kerja keras PDAM Talaud untuk meningkatkan kualitas layanan bukan sekadar slogan belaka, ini memang betul betul mengalir pengabdiannya.
Kontras dengan postingan yang ramai soal buruknya manejemen dan kinerja di lapangan, PDAM Talaud justru mengalami peningkatan yang signifikan dalam aspek manajemen dan pelayanan.
Dalam pengelolaan keuangannya, semua sudah terpusat di Bank SulutGo termasuk pembayaran gaji karyawan. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menghindari terjadinya penyalahgunaan keuangan.
Sedangkan untuk kualitas layanan, upaya perbaikan dan peningkatan mutu yang terus digenjot oleh Direktur PDAM Talaud, Semuel Bentian, S.H., M.H., bersama jajaran membuat keberadaan PDAM Talaud sebagai layanan publik penyediaan air benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Perubahan sistem pelayanan serta evaluasi kinerja pelayanan publik yang terus dilakukan sebagai acuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan layanan yang sesuai dengan aspek-aspek pelayanan publik, berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan.
Seperti halnya di wilayah kerja unit Kecamatan Kabaruan, jika sebelumnya sering dikeluhkan kualitas air karena becek, saat ini pelanggan sangat puas dengan layanan yang diberikan.
“Airnya sudah tidak lagi becek karena sudah dijadwalkan piket kontrol air. Piket ini yang selalu mengecek kondisi dan kwalitas air yang disalurkan ke pelanggan,” ujar Amal Uada, Kepala Unit Kabaruan, Rabu (03/12/2025).
Bahkan, kata Uada, dengan tingkat kepuasan pelanggan yang ada, untuk proses penagihan tarif air tidak ada lagi kendala apalagi komplain dari pelanggan seperti sebelumnya.
Terkait gaji karyawan, ia menerangkan, selain dibayar tepat waktu, gaji karyawan mengalami kenaikan.
“Bukan hanya tepat waktu. Melainkan gaji karyawan naik. Bahkan ada THR bagi karyawan,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Arman Maariwuga, pelaksana Kepala Unit Beo. Meski masih dalam upaya perbaikan sarana prasarana yang rusak dan tak terawat oleh manajemen sebelumnya, namun pelanggan saat ini sangat puas dengan layanan PDAM.
Selain karena pasokan dan kwalitas air yang memadai dan baik, tingkat kepuasan pelanggan datang karena metode pendekatan humanistik yang diterapkan saat karyawan berada di lapangan.
“Selain memberikan edukasi soal sistem dan pemakaian air kepada pelanggan, ada juga imbauan-imbauan tentang kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas pelayanan,” tukasnya.
Lanjutnya, ketika ada keluhan dari pelanggan atau terjadi kerusakan pada fasilitas yang digunakan, baik disampaikan secara langsung atau melalui kami, responnya sangat cepat.
Bahkan, ujar Maariwuga, laporan tentang beberapa penambahan sarana-prasarana penunjang pelayanan direspon dengan cepat oleh Direktur PDAM Talaud dan sedang diupayakan untuk direalisasikan.
Terpisah, Soter Totopandey salah seorang pelanggan mengatakan, para karyawan PDAM merespon dengan cepat ketika mendapat laporan berupa gangguan atau terjadi kerusakan yang menghambat pasokan air ke rumah pelanggan.
“Ini saya alami ketika ada mata keran patah, langsung diperbaiki oleh petugas. Juga biasanya kalau hujan beberapa hari air pasti kotor namun akhir-akhir ini keadaan itu cepat teratasi,” ucap Totopandey.
“Penagihan dari rumah ke rumah sangat membantu warga. Apalagi karyawan yang datang selalu ramah dan komunikatif,” kunci Totopandey.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post