Banten, Barta1.com – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Lontar secara inovatif mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan limbah pembangkit dalam program KALANDRA.
Program ini bukan hanya fokus pada pemberdayaan sosial, tetapi juga menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di tingkat komunitas di wilayah Banten. Aspek teknis program KALANDRA menitikberatkan pada teknologi sederhana namun memiliki dampak lingkungan yang besar.
Salah satunya adalah pengenalan mesin pengering batik “Drytik” yang dirancang untuk memanfaatkan limbah panas dari PLTU dan energi tenaga surya, menciptakan efisiensi energi yang signifikan dalam proses produksi batik.
Lebih lanjut, PLN IP berhasil mengintegrasikan limbah padat hasil pembakaran batu bara PLTU, yaitu FABA (fly ash dan bottom ash), untuk instalasi pengolahan air limbah membatik. Pemanfaatan FABA ini menunjukkan komitmen PLN IP dalam mengelola limbah pembangkit secara sirkular dan mendukung ekosistem hijau.
Untuk menopang operasional kelompok usaha difabel NOSATA, PLN IP memasang empat unit panel surya yang memiliki total kapasitas 2.480 Watt Peak (WP). Data teknis ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengurangi ketergantungan kelompok usaha ini pada listrik konvensional, secara langsung menghemat biaya operasional dan mendukung penggunaan energi bersih.
Bernardus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power, menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan arah transformasi energi perusahaan.
“Kami percaya bahwa energi yang kami hasilkan harus memberi daya pada kehidupan. Inovasi teknologi yang kami hadirkan di KALANDRA adalah bagian dari transformasi energi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujarnya, dikutip Senin (01/12/2025).
Penggunaan energi terbarukan ini tidak hanya mendukung operasional produksi batik difabel, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi komunitas tentang cara penerapan teknologi tenaga surya dalam skala kecil. Hal ini memperkuat peran PLN IP dalam membangun literasi energi bersih di Banten.
Dengan integrasi teknologi ramah lingkungan, pemanfaatan FABA, dan dukungan energi surya 2.480 WP, KALANDRA diharapkan tumbuh menjadi model program yang menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan dan kemandirian sosial dapat berjalan beriringan, membawa manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post