Gorontalo, Barta1.com PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo, kembali membuktikan komitmennya yang melampaui tugas utama penyediaan energi listrik.
Dalam sebuah aksi nyata tanggung jawab sosial yang terstruktur, YBM PLN Gorontalo menyalurkan bantuan multidimensi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemulihan bencana, dukungan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
Acara penyerahan bantuan ini diselenggarakan secara simbolis pada Rabu 12 November 2025, di Aula Kantor PLN UP3 Gorontalo, bertepatan dengan kunjungan strategis dari jajaran direksi.
Kehadiran Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, dan Ketua Umum YBM PLN Pusat, Sulistyo Biantoro, yang juga menjabat Kepala Satuan Pengawasan Intern (KSPI), memberikan bobot institusional pada kegiatan ini, sekaligus menunjukkan keseriusan manajemen puncak dalam mengawal amanah dana zakat pegawai.
Fokus pertama bantuan adalah pada aspek kemanusiaan dan pemulihan pasca musibah. Bantuan berupa rehabilitasi rumah diserahkan kepada Hamsyah Basiru, anggota security PLN ULP Kwandang, yang rumahnya di Kabupaten Gorontalo Utara terdampak kebakaran.
Penyerahan langsung oleh Ketua Umum YBM PLN Pusat, Sulistyo Biantoro, melambangkan dukungan penuh institusi terhadap pemulihan kondisi pegawai dan keluarganya, memastikan mereka dapat kembali memiliki hunian layak huni.
Dampak musibah seperti kebakaran seringkali sangat memukul psikologis dan ekonomi korban. Bantuan rekonstruksi ini menjadi katalisator bagi pemulihan Hamsyah. Dalam sambutannya yang sarat haru, Hamsyah Basiru menyampaikan rasa terima kasih mendalam,
“Kehadiran YBM PLN sangat membantu dan meringankan beban kami. Semoga YBM PLN sukses selalu dan terus bermanfaat bagi seluruh masyarakat.”
Selain pemulihan musibah, YBM PLN Gorontalo juga memperkuat sektor pendidikan keagamaan. Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menyerahkan paket sembako vital kepada Yayasan Darul Furqon Pondok Pesantren Ar-Rohmah, sebuah institusi yang mendedikasikan diri untuk membina santri penghafal Al-Qur’an dari kalangan dhuafa.
Dukungan ini berdampak pada jaminan kelangsungan operasional dasar pesantren dan memberikan motivasi kepada para santri untuk terus bersemangat menimba ilmu tanpa terbebani keterbatasan ekonomi.
Sudut pandang ekonomi kerakyatan menjadi poin krusial berikutnya. EVP Anggaran PLN, Iskandar, menyerahkan bantuan rehabilitasi dan perawatan teknis untuk 21 unit kendaraan bentor (becak motor).
Di Gorontalo, bentor bukan hanya alat transportasi, tetapi merupakan tulang punggung ekonomi bagi ribuan keluarga, menjadi sumber mata pencaharian utama yang menghubungkan antar-wilayah.
Data kelistrikan menunjukkan Gorontalo, sebagai bagian dari sistem kelistrikan SULUTTENGGO yang memiliki cadangan daya memadai, sudah memiliki Rasio Elektrifikasi mendekati 100%.
Komitmen PLN telah bergeser dari sekadar membangun infrastruktur (tiang dan kabel) menjadi membangun infrastruktur sosial dan ekonomi. Bantuan bentor ini secara langsung bertujuan untuk memperpanjang usia pakai kendaraan, meningkatkan keselamatan operasional, dan menjaga keberlangsungan usaha pengemudi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa aksi ini adalah refleksi nilai-nilai kepedulian PLN.
“Selain memastikan pasokan listrik yang andal—dimana sistem Sulutenggo memiliki cadangan daya yang menjamin keandalan bagi lebih dari 300.000 pelanggan Gorontalo—kami memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Usman.
Ketua Umum YBM PLN Pusat, Sulistyo Biantoro, turut memberikan apresiasi tinggi atas keaktifan YBM PLN Gorontalo. Dia menekankan upaya ini menunjukkan komitmen tinggi PLN dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.
Selain itu, Sulistyo menyoroti pentingnya pemanfaatan aplikasi YBM PLN untuk memastikan pendistribusian dana zakat pegawai dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Secara keseluruhan, inisiatif YBM PLN UP3 Gorontalo ini merupakan implementasi nyata dari konsep “Listrik yang Menerangi dan Menyejahterakan.” Melalui dana zakat, PLN mentransformasi energi listrik menjadi energi sosial yang mendukung pemulihan pasca musibah, pendidikan bagi dhuafa, dan keberlangsungan usaha mikro. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post