Gorontalo, Barta1.com — Kunjungan kerja jajaran direksi PT PLN (Persero) ke Gorontalo, yang meliputi Direktur Manajemen Risiko dan Kepala Satuan Pengawasan Intern (KSPI) yang juga Ketua Umum YBM PLN Pusat, tidak hanya fokus pada evaluasi kinerja operasional kelistrikan.
Momen strategis ini dimanfaatkan untuk menggaransi komitmen perusahaan dalam aspek tanggung jawab sosial, menempatkan kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian integral dari manajemen risiko perusahaan yang holistik.
Pada Rabu 12 November 2025, Aula Kantor PLN UP3 Gorontalo menjadi saksi penyerahan bantuan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN yang diserahkan langsung oleh para pejabat tinggi PLN.
Sinergi antara evaluasi kinerja teknis dan penyaluran bantuan sosial menegaskan filosofi PLN: bahwa keandalan pasokan listrik harus paralel dengan keandalan dukungan sosial dan ekonomi di wilayah operasi.
Aspek keandalan pasokan listrik Gorontalo sendiri sangat kuat. Wilayah ini terhubung dalam sistem interkoneksi SULUTTENGGO yang memiliki Daya Mampu (Netto) sekitar 650-700 MW.
Dengan cadangan daya yang memadai, PLN telah sukses mencapai Rasio Elektrifikasi mendekati 100% di Gorontalo, melayani lebih dari 300.000 pelanggan. Keberhasilan operasional ini memberikan ruang bagi PLN untuk mengalihkan fokus pada isu-isu sosial.
Penyerahan bantuan diawali dengan fokus pada internal, yakni pemulihan rumah anggota security PLN ULP Kwandang, Hamsyah Basiru, yang terdampak kebakaran.
Ketua Umum YBM PLN Pusat, Sulistyo Biantoro, menyerahkan bantuan perbaikan rumah ini, menandakan kepedulian perusahaan dimulai dari keluarga besar internal, sebagai bagian dari mitigasi risiko sosial dan kesejahteraan pegawai.
Sulistyo Biantoro, mewakili YBM PLN, menekankan penyaluran bantuan ini adalah pelaksanaan amanah zakat pegawai PLN, yang harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas tertinggi. Beliau mengapresiasi keaktifan YBM PLN Gorontalo, menyatakan bahwa,
“Langkah ini menunjukkan komitmen tinggi PLN dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” sekaligus mendorong pemanfaatan aplikasi YBM PLN untuk memastikan distribusi dana tepat sasaran.
Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, terlibat langsung dalam penyerahan paket sembako untuk Yayasan Darul Furqon Pondok Pesantren Ar-Rohmah. Keterlibatan Direktur Risiko ini penting.
Dalam konteks perusahaan modern, dukungan terhadap pendidikan dan penguatan komunitas dhuafa adalah bagian dari manajemen risiko reputasi dan sosial—membangun legitimasi perusahaan melalui kontribusi nyata di sektor-sektor kritis masyarakat.
Penguatan ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui bantuan rehabilitasi dan perawatan untuk 21 unit kendaraan bentor, moda transportasi ikonik Gorontalo. EVP Anggaran PLN, Iskandar, menyerahkan bantuan ini. Upaya ini merupakan investasi sosial yang signifikan, karena bentor adalah mata pencaharian utama yang menopang ribuan keluarga di Gorontalo dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, aksi nyata YBM PLN UP3 Gorontalo adalah refleksi nilai-nilai PLN yang berprinsip pada kepedulian.
“Selain memastikan pasokan listrik yang andal, kami memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kerja kami,” ungkap Usman Bangun.
Komitmen PLN ini bersifat berkelanjutan. Harapan perusahaan adalah agar bantuan ini—baik untuk pemulihan musibah, dukungan pendidikan tahfidz, maupun perbaikan bentor sebagai sarana ekonomi—dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk bangkit dan terus berjuang. Ini adalah investasi jangka panjang dalam mewujudkan masyarakat yang lebih Sejahtera.
Sinergi kemanusiaan ini adalah garansi bahwa PLN akan terus berkomitmen untuk tidak hanya menerangi rumah-rumah di Gorontalo dengan listrik andal dari sistem Sulutenggo, tetapi juga menerangi harapan dan masa depan masyarakat. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post