Sangihe, Barta1.com – PLN UP3 Tahuna kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan energi sekaligus kepedulian sosial. Melalui Program Perokris (Persekutuan Rohani Kristen) 2025, perusahaan listrik negara ini menyalurkan bantuan kepada 23 anak panti asuhan dan 12 keluarga prasejahtera di Kampung Taloarane, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara baru-baru ini.
Bantuan yang diberikan mencakup bahan makanan pokok, perlengkapan sekolah, serta fasilitas pendukung pendidikan bagi anak-anak panti. Sementara itu, bagi keluarga prasejahtera, PLN menghadirkan pemasangan listrik gratis sebagai wujud nyata dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sebelumnya belum menikmati akses energi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kontribusi PLN tidak hanya sebatas penyediaan listrik, tetapi juga menghadirkan kebaikan yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“Melalui Program Perokris 2025 ini, kami ingin memastikan kehadiran PLN benar-benar membawa harapan. Dari senyum anak-anak panti hingga terang di rumah keluarga prasejahtera, semua menjadi bukti nyata bahwa energi listrik mampu mengubah kehidupan,” ujar Usman Bangun.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, m,enjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, PLN hadir bukan hanya untuk melistriki, tetapi juga untuk mendampingi masyarakat dalam menghadapi tantangan kesejahteraan.
Kebahagiaan tampak jelas di wajah anak-anak Panti Asuhan Imanuel saat menerima bantuan. Salah seorang anak mengungkapkan rasa sukacitanya setelah memperoleh sepatu baru, yang membuatnya lebih nyaman bersekolah.
“Sepatu saya sudah rusak, sekarang saya punya sepatu baru. Terima kasih PLN,” ujarnya penuh senyum.
Kesan serupa datang dari keluarga penerima listrik gratis. Markus Sugianto Kansil, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya setelah rumahnya akhirnya terang.
“Puji Tuhan, malam hari kini lebih nyaman. Ada listrik membuat banyak hal lebih mudah. Terima kasih PLN,” ungkapnya.
Dari sisi teknis, pemasangan listrik gratis ini dilakukan dengan standar pelayanan PLN yang mengutamakan keselamatan dan keandalan. Setiap rumah penerima manfaat dipasangi sambungan listrik dengan daya 900 VA, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti penerangan, peralatan elektronik sederhana, dan akses pendidikan berbasis digital.
PLN UP3 Tahuna menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak sosial melalui program keberlanjutan.
“Langkah kecil ini kami harap menjadi cahaya harapan bagi masyarakat. PLN akan terus melayani dengan sepenuh hati,” tutup RM Dimas Adhi Prabowo.
Melalui rangkaian kegiatan Perokris 2025, PLN berharap dapat membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang.
Sinergi antara program sosial, layanan kelistrikan yang andal, dan dukungan teknologi diharapkan mampu menjadikan PLN sebagai mitra strategis dalam mendorong kemajuan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kepulauan Sangihe dan seluruh Sulawesi Utara. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post