Manado, Barta1.com – Program Panen Raya Berdikari Polimdo sukses digelar di Kampus Polimdo, bertempat di Aula Prof. Tenda, Selasa–Rabu (18–19/11/2025). Beragam agenda disajikan, salah satunya Polimdo Expo 2025 yang menampilkan berbagai hasil penelitian unggulan.

I Gede Para Atmaja, ST., MT., selaku dosen peneliti, menjelaskan bahwa Polimdo Expo memamerkan penelitian-penelitian yang didanai oleh LPDP. “Kebetulan di Politeknik kami memiliki peralatan untuk mengolah cakalang, gula semut, serta pencacah plastik,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula beberapa penelitian lain yang didanai LPDP, termasuk program BIMA. “Untuk hari ini dan kemarin, kami menampilkan alat pembuat gula semut yang digerakkan dengan tenaga surya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa alat tersebut tercipta berdasarkan temuan di lapangan, khususnya di Desa Talaitad, Kabupaten Minahasa Selatan, di mana proses pembuatan gula semut masih dilakukan secara manual. “Dari situ kami menghadirkan ide otonomisasi, agar para petani dapat mempercepat proses produksi gula semut,” tuturnya.
Jika sebelumnya proses pengolahan memakan waktu 2 hingga 3 jam, kini dengan alat tersebut hanya membutuhkan sekitar 50 menit. “Alat ini sangat mempermudah petani dalam mengelola gula semut,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa satu unit alat telah diserahkan kepada petani, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap pembuatan. Mesin tersebut mampu mengolah bahan baku gula untuk pembuatan gula batu, dilengkapi dengan penggilingan, ayakan, dan oven untuk mengurangi kadar air.
“Sebelumnya petani menggunakan kayu bakar untuk proses pemanasan, tetapi kini sudah beralih ke LPG melalui alat yang kami serahkan. Hal ini mempercepat proses pemanasan, pengeringan, dan menurunkan pH pada saguer sehingga produksi gula semut menjadi lebih cepat,” jelasnya.
Sebagai akademisi Polimdo, ia berharap bantuan peralatan ini dapat meningkatkan produksi gula semut di Talaitad, mempermudah pengolahan, serta memperbanyak hasil sehingga pendapatan petani pun meningkat.
Diketahui, mesin pengolahan gula semut ini merupakan bagian dari penelitian yang diketuai oleh Melky Kristna Elia Paendong, SE., MBA, bersama tim: Adelaida Joroh, SE., MM; Arief Perdana Kumaat, SE., MM; Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak; I Gede Para Atmaja, ST., MT; dan Stieven Rumokoy, ST., MT. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post