• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Future: Teknologi Baru yang Bikin Cakalang Fufu Lebih Tahan Lama dan Ramah Lingkungan

by Meikel Eki Pontolondo
20 November 2025
in Edukasi
0
Sekjur AB Polimdo Arifmanuel Kolondam di antara Teknologi Tepat Guna FUTURE. (foto;Meikel /Barta

Sekjur AB Polimdo Arifmanuel Kolondam di antara Teknologi Tepat Guna FUTURE. (foto;Meikel /Barta

0
SHARES
466
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Program Panen Raya Berdikari di Kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menghadirkan beragam inovasi hasil penelitian, salah satunya adalah Future, rangkaian teknologi pengolahan cakalang fufu yang mulai menarik perhatian publik.

Produk cakalang fufu. (foto: Meikel/ Barta)

Ketua tim peneliti Future Polimdo, Arifmanuel Kolondam, SE., MM, mengatakan kepada Barta1.com bahwa inovasi ini dikembangkan melalui program Berdikari yang diselenggarakan oleh Direktorat Minat
sains dan Teknologi Kemendiktisaintek (Kementerian pendidikan tinggi, sains dan teknologi) dan didanai oleh LPDP.

Tim peneliti Future Polimdo. (foto: Meikel/Barta)
Tim peneliti Future Polimdo. (foto: Meikel/Barta)

Menurutnya, Future merupakan kelanjutan dari program konsorsium kemitraan tahun sebelumnya. “Dalam penelitian ini kami fokus pada sektor unggulan daerah, yaitu perikanan,” jelasnya.

Arif menjelaskan bahwa pihaknya memilih fokus pada cakalang fufu karena kebutuhan industri yang mendesak. Mitra industri menghadapi kendala utama: cakalang fufu hanya mampu bertahan maksimal tiga hari, sementara permintaan terus meningkat, baik lokal, nasional hingga internasional.

“Di Manado, cakalang fufu adalah makanan sehari-hari. Orang luar daerah juga suka, tapi terkendala saat distribusi ke luar Manado karena daya tahan yang rendah. Dari penelitian ini kami menemukan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah proses produksi yang belum steril,” ujarnya.

Dari persoalan tersebut, tim kemudian mengembangkan teknologi Future (Fufu Ultra Tech Upgraded and Reinvented Engineering), yakni rangkaian teknologi pemrosesan cakalang fufu lengkap dengan SOP dari tahap pasca tangkap.

“Dalam rangkaiannya terdapat beberapa mesin, termasuk oven dan mesin Poiler Direktor. Ikan yang ditangani sesuai SOP pasca tangkap akan masuk ke mesin-mesin ini,” jelas Arif.

Ia memaparkan bahwa oven Future mampu menghasilkan cakalang fufu yang steril tanpa kontak udara luar. “Waktunya jauh lebih efisien. Hanya 90 menit untuk 15 kilogram, sedangkan metode konvensional membutuhkan waktu berjam-jam,” katanya.

Selain lebih cepat, prosesnya juga lebih ramah lingkungan. Oven Future menggunakan filter asap dan teknologi pengurang emisi sehingga karbon yang dihasilkan jauh lebih rendah dibanding pembakaran tradisional. “Ini sangat baik untuk lingkungan,” tambahnya.

Setelah melalui oven, produk kemudian dimasukkan ke mesin director untuk proses sterilisasi lanjutan. Selanjutnya cakalang fufu dipacking dan dimasukkan ke retorg agar ketahanan simpannya meningkat.

“Perangkat ini dikontrol oleh sistem AI Oti, dan seluruh komponen listriknya menggunakan tenaga surya. Hasilnya adalah cakalang fufu dengan daya simpan jauh lebih lama, potensi pemasaran lebih luas, serta efisiensi biaya dan waktu. Teknologi ini juga jauh lebih berkelanjutan,” paparnya.

Proses Future dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari pasca tangkap hingga distribusi, dengan kepatuhan ketat terhadap SOP agar menghasilkan produk yang higienis.

Ke depannya, Arif menyebut teknologi Future akan dikomersialkan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk media. Ia menyampaikan hal ini mewakili tim peneliti: Andreas Randy Wangarry SE., MSA., Ak., CA, Selvy Kalele SE.,MSi, Ficky M F Purba, BBA., M.,M Oldy Labonan, dan Jane Hendriks. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Arifmanuel KolondamExpo PolimdoFuturePanen Raya Berdikari
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Polimdo Expo 2025 Hadirkan Inovasi, Tur Jurusan, dan Penandatanganan MoU dengan Puluhan  Sekolah

Polimdo Expo 2025 Hadirkan Inovasi, Tur Jurusan, dan Penandatanganan MoU dengan Puluhan Sekolah

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In