• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Gerakan Petani Kalasey 2, Mati Satu Tumbuh Seribu : Refleksi Perampasan Lahan

by Meikel Eki Pontolondo
8 November 2025
in Edukasi
0
Gerakan Petani Kalasey 2, Mati Satu Tumbuh Seribu : Refleksi Perampasan Lahan
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minahasa, Barta1.com – Mati satu tumbuh seribu: petani berdaulat, pangan sehat, bumi terawat menjadi tema refleksi yang digagas oleh Solipetra dan Betina Issue bersama sejumlah organisasi perjuangan. Kegiatan ini berlangsung di Posko Petani Kalasey 2, Minahasa, Sulawesi Utara, pada Jumat (7/11/2025).

Foto merefleksikan petani mempertahankan lahannya yang saat itu mau digusur alat negara. (foto: Meikel/Barta)
Foto merefleksikan petani mempertahankan lahannya yang saat itu mau digusur alat negara. (foto: Meikel/Barta)

Rangkaian acara mencakup gelar pangan lokal dan demo masak, pasar seni yang menampilkan musik akustik, puisi, teater, hingga pameran foto. Selain itu, diadakan pula workshop pembuatan pupuk organik, sosialisasi pertanian hidroponik, dialog interaktif, doa berantai, serta penanaman tujuh pohon pisang sebagai simbol refleksi perjuangan 7 November.

Kekayaan hasil petani Kalasey 2. (Foto: Meikel/Barta)
Kekayaan hasil petani Kalasey 2. (Foto: Meikel/Barta)

“Kegiatan ini digelar untuk memperingati peristiwa 7 November 2022, ketika terjadi penggusuran lahan di Kalasey 2. Banyak petani, termasuk para lansia, seperti Oma dan Opa, yang hari ini mengalami trauma akibat kehilangan ruang hidup mereka,” ujar Kenzia dari Betina Issue.

Menurut Kenzia, refleksi ini juga merupakan bentuk kritik terhadap krisis lingkungan dan perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, para penyelenggara ingin mendorong masyarakat, khususnya para Mama, Oma, dan Opa, untuk terus bertani, mempertahankan lahannya dengan cara yang menjaga kelestarian alam.

“Tema Mati Satu Tumbuh Seribu kami ambil dari filosofi pohon pisang. Meskipun ditebang berkali – kali, ia akan terus bertunas. Begitu pula dengan perjuangan petani Kalasey 2, yang kami harap terus tumbuh dan berkembang demi mempertahankan gerakan serta merawat ingatan atas apa yang telah terjadi di sini,” lanjutnya.

Kenzia menegaskan, kegiatan ini juga merupakan wujud kedaulatan petani, agar mereka bisa mengelola dan menanam di atas tanah mereka sendiri. Prinsip yang diusung tetap sama: pangan sehat, bumi terawat.

Ia menambahkan, kegiatan ini turut menampilkan praktik pertanian organik, seperti pembuatan pupuk organik dan pengelolaan eco-enzyme. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi, dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Selain itu, dilakukan pula uji coba pertanian hidroponik berbasis pupuk organik, untuk memastikan produktivitas tetap tinggi tanpa merusak bumi.

Sementara itu, Refli Senggel, warga Kalasey 2 sekaligus perwakilan WALHI Sulut, membenarkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refleksi atas peristiwa penggusuran tahun 2022.

“Saat itu, negara dengan kekuasaan dan kapasitas besar melakukan penggusuran paksa terhadap ruang hidup petani, padahal lahan itu telah dikelola jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya.

Refli menegaskan, refleksi kali ini adalah bentuk perlawanan ingatan terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat.

“Hari ini kami merawat gerakan, menjaga rasa, dan memperkuat solidaritas dengan mahasiswa serta masyarakat sipil lainnya. Kami akan terus konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat, karena itu dijamin oleh undang-undang,” Pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: KenziaMati Satu Tumbuh seribuPetani Kalasey DuaRefleksi perampasan lahan
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, didampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, ikut ambil bagian dalam karnaval budaya pada pembukaan Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) 2025, Jumat (7/11/2025). (Dok. Istimewa)

Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Resmi Dibuka, Tampilkan Kekayaan Tradisi dan Semangat Generasi Muda

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Sudah Sebulan Lebih Dikabarkan Keluar Daerah Tanpa Izin, Kades Tule Utara Diduga Kuat Pergi Menambang Emas di Manokwari 24 Mei 2026
  • Adhyaksa FC Home Base di Manado Makin Kencang, Persma Legend Dukung 23 Mei 2026
  • Semangat Konservasi di Pantai Saidan, Artsas Family Edukasi dan Tanam Bibit Mangrove 23 Mei 2026
  • Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan 23 Mei 2026
  • Dokumenter Papua Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi bagi AJI Manado, Persma dan Oi 23 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In