Kebutuhan mendasar seperti perumahan, pendapatan bulanan hingga peningkatan kesejahteraan bukan hanya komoditas isu dalam suksesi pemimpin di negara-negara berkembang. Bahkan warga Kota New York, Amerika Serikat, melihat hal itu sebagai persoalan mendesak yang sepatutnya dirayakan dalam hidup.
Di sinilah kejelian Zohran Mamdani. Politisi Demokrat itu mampu mengelola berbagai kebutuhan mendasar warga New York sebagai strategi kampanye hingga mengantar dirinya sebagai walikota terpilih. Zohran akan dilantik pada 1 Januari 2026, tak sampai 2 bulan lagi.
Lelaki kelahiran Kampala Uganda 34 tahun silam itu bisa memenangkan suksesi dengan 56 persen perolehan suara di putaran ketiga atas kandidat lain, Andrew Cuomo. Hal mana membuat Presiden AS, Donald Trump mencak-mencak begitu tahu Zohran yang muslim pro Palestina akan menjadi pemimpin baru kota mega-metropolitan itu.
Tapi melangkah ke panggung besar, Zohran tak hanya modal percaya diri. Dia tahu persis bahkan ikut merasakan sendiri bagaimana warga kelas menengah New York amat kesulitan mengakses kehidupan lebih layak gara-gara pendapatan tahunan yang tidak sebanding dengan biaya perumahan, makan-minum hingga transportasi.
Jauh sebelum lenggangnya di zona politik, Zohran adalah konselor pencegahan penyitaan rumah (foreclosure prevention counselor) di Queens, membantu warga berpenghasilan rendah menghadapi penggusuran. Pekerjaan ini membuatnya menyadari bahwa krisis perumahan adalah akibat dari kebijakan pro-korporasi.
Karena itu saat memulai jalan panjang ke kursi walikota, Zohran Mamdani mematok fokus utama kampanyenya adalah agenda keterjangkauan biaya hidup. Berbagai program dan kebijakan dirancang demi meringankan pergumulan kelas pekerja dan keluarga kelas menengah di New York.
Zohran menjanjikan pembekuan sewa atau rent freezing bagi 2 juta penyewa apartemen dengan biaya yang bisa diatur kembali. Sementara di sektor perumahan, pemerintah menargetkan pembangunan 200.000 unit baru dalam 10 tahun ke depan dengan harga terjangkau.
Harga sewa unit apartemen di New York termasuk yang termahal secara global. Penyewa harus mengeluarkan antara $1.500-$4.000 per bulan untuk membiayai tempat tinggalnya tergantung di kawasan mana fasilitas apartemen berada. Misalnya, sewa dekat kampus bisa mencapai lebih dari $2.000 per tahun.
Artinya harga sewa apartemen di New York berkisar antara 20-60 juta per bulan. Jauh melebihi ongkos penyewaan di Jakarta yang ada di kisaran 3-7 juta perbulan termasuk di kawasan mewah,
Untuk sektor transportasi, Zohran Mamdani akan mewujudkan layanan bus cepat dan gratis. Program itu tersubsidi dari kenaikan pajak orang kaya! Ya, walikota anyar itu berencana pendanaan untuk kebijakan-kebijakan utamanya bersumber dari menaikkan pajak perusahaan dan pajak pendapatan sebesar 2 persen pada 1 persen warga New York terkaya yang berpenghasilan lebih dari $ 1 juta per tahun.
Lantas supaya tingkat kesejahteraan bisa ke taraf yang lebih baik, dia akan menaikkan upah minimum per jam di New York menjadi $30 pada 2030. Saat ini pekerja di New York diupah $15 per jam. Selebihnya, dia menjanjikan pemotongan denda bisnis kecil menjadi separuh, mempercepat perizinan dan meningkatkan dana dukungan.

Isu-isu yang diangkat Zohran Mamdani sangat beresonansi dengan pemilih muda, komunitas minoritas dan rakyat pekerja New York yang sedang berjuang melawan krisis biaya hidup. Publik melihat kampanye dirinya sebagai kebutuhan mendesak.
Kampanye Mamdani berfokus tanpa henti pada krisis biaya hidup yang membuat sebagian besar warga New York kesulitan untuk tetap tinggal di kota tersebut. Janji pembekuan sewa dan perumahan terjangkau dianggap sebagai solusi langsung terhadap tingginya biaya perumahan yang membebani keluarga pekerja.
Kemenangannya didorong oleh kampanye akar rumput yang kuat, strategi media sosial yang efektif dan dukungan luas dari pemilih muda dan komunitas minoritas, yang secara historis merasa apatis terhadap politik arus utama. Mereka melihat Mamdani sebagai pemimpin yang akan berjuang untuk rakyat pekerja.
Janji bus gratis dan layanan penitipan anak universal menjawab kebutuhan mendasar yang dapat secara signifikan mengurangi pengeluaran rumah tangga sehari-hari, membuat hidup di kota menjadi lebih mudah dan berkelanjutan bagi keluarga pekerja.
Keberhasilan Zohran Mamdani mengalahkan pesaing dari Partai Demokrat menunjukkan bahwa warga mencari perubahan nyata dan kepemimpinan yang berani melawan status quo. Mereka terinspirasi oleh pesannya bahwa “hal-hal yang lebih baik mungkin terjadi” dan “pemerintahan harus benar-benar berjuang untuk rakyat”.
Tetapi di sisi lain, kalangan elit bisnis dan pemilih konservatif mengungkapkan kekhawatiran serius terkait agenda progresif Mamdani, terutama kenaikan pajak bagi orang kaya (yang dikhawatirkan dapat memicu eksodus), serta masalah keamanan publik—mengingat kritik masa lalunya terhadap NYPD.
Secara keseluruhan, isu-isu sentral Mamdani berhasil menyatukan koalisi pemilih yang beragam di bawah platform yang berpusat pada krisis biaya hidup dan keadilan sosial, meyakinkan banyak warga New York bahwa agendanya adalah jawaban atas kebutuhan mendasar mereka untuk membangun kehidupan yang bermartabat di kota tersebut. (*)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post