Siau, Barta1.com – Kondisi perairan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dalam sepekan terakhir ini kembali diterjang cuaca buruk dengan gelombang tinggi disertai angin kencang. Tak hanya itu, hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat juga terjadi dan menjadi perhatian serius masyarakat.
Hal itu juga diperkuat dengan penyampaian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro terkait adanya peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Bitung. Adapun perkembangan terkini cuaca di wilayah perairan laut Sulawesi Utara, yakni kondisi ENSO berada pada kategori netral, dimana secara umum tinggi gelombang signifikan berada pada kategori sedang (1,25 – 2,5 meter).
Kecepatan angin rata-rata berada pada kisaran 8 – 20 knot dan secara umum bergerak dari arah barat laut serta terbentuknya daerah konvorgensi yang mengakibatkan adanya awan-awan konvektif yang mengandung hujan di wilayah Sulawesi Utara.
Tinggi gelombang laut signifikan di wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya pada 27-28 Oktober 2025 di diprakirakan berada pada kategori sedang (1,25 – 2,5 meter) dengan tinggi gelombang laut maksimum mencapai empat meter di perairan Kepulauan Sitaro, perairan Kepulauan Sangihe dan perairan Kepulauan Talaud.
Kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 8 – 20 knot dan berpotensi mencapai 30 knot di Utara Sulut, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Kepulauan Sangihe dan perairan Kepulauan Talaud serta hujan dengan intensitas ringan – sedang masih berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi Utara.
Pelak saja, Bupati Chyntia Kalangit mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada, terlebih ketika hendak beraktivitas di luar rumah, termasuk bepergian menggunakan transportasi laut. “Waspada terhadap kondisi cuaca saat ini. Jika ada rencana untuk berangkat ke luar daerah menggunakan jasa kapal laut, harap melihat perkembangan cuaca. Jangan dipaksakan apabila cuaca buruk,” imbau Kalangit.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post