• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Desember 6, 2025
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik
Komisi I  DPRD Sulut Tekankan Pentingnya Dukungan dan Apresiasi untuk Media

Komisi I DPRD Sulut Tekankan Pentingnya Dukungan dan Apresiasi untuk Media

by Meikel Eki Pontolondo
22 Oktober 2025
in Politik
0
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1. com – Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja SKPD Bappeda, Disdukcapil, dan Sekretariat Dewan (Setwan, Selasa (14/9/2025), di ruang rapat Komisi I.

Pimpinan Komisi I DPRD Sulut. (foto: Meikel/Barta)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Braien Reiner Leonard Waworuntu, S.E., dan dihadiri oleh para anggota komisi I.

Situasi RDP Komisi I DPRD Sulut. (foto: Meikel/Barta)
Situasi RDP Komisi I DPRD Sulut. (foto: Meikel/Barta)

“RDP dilaksanakan Guna mengevaluasi program dan anggaran dari para mitra kerja SKPD,” ungkap BW (sapaan akrabnya).

Situasi RDP Komisi I DPRD Sulut. (foto: Meikel/Barta)

Bahkan Komisi I Juga ingin mengetahui sejauh mana realisasi anggaran dari SKPD mitra kerja. Dalam RDP bersama Setwan, BW juga menyoroti dan mempertanyakan kontrak kerja sama media yang selama ini menjalin kemitraan dengan Sekretariat DPRD Sulut.

Situasi RDP Komisi I DPRD Sulut. (foto: Meikel/Barta)

“Sekiranya masa kontrak media tetap berlaku hingga Desember 2025, bukan hanya sampai Oktober seperti yang beredar,” jelasnya.

Pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Sulut saat RDP bersama Setwan. (foto: Meikel/Barta)

Biasanya, kata ketua Fraksi Nasdem ini, bahwa kontrak kerja sama media disepakati sampai akhir tahun, yaitu Desember 2025. Itu harus tuntas. “Media berperan penting dalam menyampaikan informasi kegiatan DPRD setiap hari, jadi layak mendapat apresiasi. ”

Pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Sulut saat RDP bersama Setwan dan beberapa SKPD. (foto: Meikel/Barta)

Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, mengusulkan agar kerja sama dengan media perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi wartawan yang konsisten hadir dan memberitakan kegiatan dewan.

Setwan dan beberapa SKPD. (foto: Meikel/Barta)

“Media yang rajin meliput kegiatan DPRD patut mendapat apresiasi. Kerja sama ini harus diperhatikan dengan baik,” ujar Anter.

Sementara itu, Anggota Komisi I, Rasky Mokodompit, menilai perlunya peningkatan dukungan terhadap wartawan dengan menambah jumlah advertorial.

“Kesejahteraan wartawan yang meliput di Sekretariat DPRD harus diperhatikan. Jika sebelumnya satu advertorial per bulan, sebaiknya ditambah menjadi dua kali. Media yang rajin hadir dan aktif memberitakan kegiatan DPRD perlu diprioritaskan,” tegasnya.

Usulan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I Rheza Woworuntu, serta anggota Mulyadi Paputungan dan Feramita Mokodompit, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah memperjuangkan kesejahteraan jurnalis yang aktif meliput di DPRD Sulut.

Menutup kegiatan, Plt. Sekretaris DPRD Sulut, William Niklas Silangen, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan para pimpinan dan anggota dewan. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius pihak Sekretariat DPRD.

“Kami akan memberikan prioritas kepada wartawan yang rajin hadir dan aktif memuat berita. Ke depan, kerja sama media akan ditinjau ulang dengan memperhatikan kehadiran fisik dan pemberitaan terkait aktivitas pimpinan serta anggota DPRD Sulut,” jelas Silangen.

Pada kesempatan itu juga, BW kembali berkesempatan menyampaikan bahwa lampu di ruang kerjanya telah lama mati tanpa adanya perbaikan.

“Lampu di ruangan saya sudah mati. Siapa yang bertanggung jawab? Mungkin Pak Justman. Mohon hal ini bisa segera diperhatikan,” ujar imbuhnya.

Keluhan tersebut langsung mendapat tanggapan dari pihak Sekretariat Dewan melalui Kepala Bagian Persidangan, Justman Entjaurau, ST yang hadir bersama Sekretaris DPRD, Niklas Silangen.

“Mohon izin, Pak. Terkait lampu yang dikeluhkan, sudah kami perbaiki. Petugas juga telah mengirimkan bukti perbaikan. Kami mohon maaf karena baru hari ini mendapatkan informasi langsung dari Bapak,” terang Justman.

Selain RDP bersama Setwan, di hari yang sama Komisi I juga melaksanakan RDP bersama Bappeda dan BKAD, di mana anggota DPRD Provinsi Sulut, Feramitha Mokodompit, melontarkan pertanyaan kritis kepada Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, terkait pelaksanaan kegiatan strategis pada triwulan ketiga tahun 2025.

“Pada poin 23, saya membaca mengenai asistensi penetapan data dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE). Ini pernah kita bahas sebelumnya. Jika Ibu Kepala Bappeda masih ingat, saya pernah menyinggung bahwa meskipun data menunjukkan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem di Sulut, masih terjadi ketimpangan antara kota dan kabupaten, khususnya yang berbatasan dengan kepulauan serta daerah-daerah terpencil,” ujar Feramitha.

Ia mencontohkan beberapa wilayah di Bolmong Raya yang ketimpangannya masih cukup tinggi. “Berdasarkan hal itu, saya ingin menanyakan, dari triwulan pertama hingga memasuki triwulan ketiga ini, berapa desa yang sudah menjadi prioritas penanganan? Apakah masih ada desa yang tingkat kemiskinan ekstremnya masih tinggi?.”

Feramitha juga menekankan pentingnya intervensi konkret dari Bappeda. “Kalau memang masih ada desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang tinggi, mohon disebutkan. Apakah sudah ada intervensi dari Bappeda? Apakah telah dilakukan sinkronisasi data? Dulu kita mengenal istilah DTKS, yang kini menjadi DTSM. Apakah data dari Dinas Sosial dikirim secara rutin, sehingga desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi bisa menjadi prioritas untuk menerima bantuan dari dinas terkait?” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, mengakui masih ada persoalan mendasar dalam hal pengelolaan data.

“Terkait data, memang kami akui, permasalahannya belum sepenuhnya terselesaikan. Ini juga telah kami sampaikan ke pusat. Di tingkat provinsi, kami memiliki Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang diketuai oleh Wakil Gubernur. Melalui tim ini, kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang juga memiliki TKPKD di bawah pimpinan wakil kepala daerah,” jelas Elvira.

Ia menambahkan bahwa tantangan juga muncul dari beragam jenis data yang harus diakses. “Belum tuntas P3KE, kemudian DTKS, sekarang muncul Regsosek yang juga belum dapat kami akses. Untuk mengakses sampai pada level ‘by name by address’, dibutuhkan data dan kriteria yang sangat detail. Belum lagi kini telah muncul data tunggal sosial ekonomi nasional atau DTSEN.”

Elvira juga menjelaskan bahwa sinkronisasi data sebetulnya menjadi tanggung jawab utama di tingkat kabupaten/kota. “Namun, hal ini yang akan terus kami kawal. Masih ada masukan yang harus kami sampaikan ke Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Nasional, terutama terkait posisi provinsi. Salah satu kelemahan kami adalah verifikasi dan validasi data yang langsung dilakukan oleh kabupaten/kota ke kementerian, tanpa terlebih dahulu melalui provinsi,” ujarnya.

Elvira juga Mengungkapkan bahwa daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi secara umum adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe, disusul oleh Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Minahasa Tenggara.
“Sementara untuk kemiskinan ekstrem, justru tertinggi berada di Kota Manado. Ini menjadi perhatian kami, mengingat jumlah penduduk di Manado juga yang terbesar di Sulut,” pungkasnya. (*)

Advetorial.

Barta1.Com
Tags: Braien WaworuntuDPRD SulutKomisi ISetwan Niklas Silangen
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post

Bahas Sinergi Pembangunan, Wali Kota Weny Gaib Sambut Kunker Senator Adriana Dondokambey

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Kementerian ATR/BPN Gelar Rakor Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan 5 Desember 2025
  • Tingkatkan Daya Saing Daerah, SUTT PLN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Industri Gorontalo 5 Desember 2025
  • PLN Sukses Operasikan SUTT 150 kV Marisa-Biomasa, Jaminan Pasokan Listrik Unggul untuk Gorontalo 5 Desember 2025
  • PLN Kejar Penormalan 1.295 Pelanggan Sisa di Sumbar, Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Lokasi Bencana 5 Desember 2025
  • Gubernur Sumbar Beri Pujian: Kerja Cepat PLN Pulihkan Listrik Pasca-Bencana Capai 99,8% 5 Desember 2025

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In