Minsel, Barta1.com – Inovasi teknologi tepat guna yang dikembangkan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari mulai menunjukkan hasil nyata di Desa Talaitad Utara, Kecamatan Suluun Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat, 3 Oktober 2025.

Kelompok Tani Talaut Jaya, sebagai mitra utama program, kini berhasil memproduksi gula semut berkelanjutan dengan integrasi Photovoltaic System (sistem tenaga surya). Produk mereka pun sudah laris di pasaran. Bahkan, dalam waktu dekat, gula semut tersebut akan dibawa dan dipamerkan di Jakarta, menandai langkah besar produk lokal Minahasa Selatan menuju panggung nasional.
Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Berkat Energi Surya
Proyek ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan fokus pada penerapan alat pembuat gula semut berbasis energi terbarukan.
Ketua tim peneliti Polimdo, Melky Kristna Elia Paendong, SE., MBA, bersama timnya, yakni Adelaida Joroh, SE., MM; Arief Perdana Kumaat, SE., MM; Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak; I Gede Para Atmaja, ST., MT; dan Stieven Rumokoy, ST., MT, menjelaskan bahwa keberhasilan penjualan dan tingginya permintaan dari Jakarta membuktikan bahwa integrasi teknologi ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing produk.
“Kami sangat bangga melihat produk gula semut dari Kelompok Tani Talaut Jaya mendapat sambutan positif, bahkan hingga ke Jakarta. Ini bukti nyata bahwa inovasi yang kami kembangkan, berupa alat pembuat gula semut berbasis energi surya, yang mampu meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung industri yang ramah lingkungan,” ungkap Melky.
Ia menambahkan, keberhasilan adopsi teknologi oleh Kelompok Tani Talaut Jaya merupakan capaian utama program. Hal ini menjadi contoh bagaimana teknologi dari perguruan tinggi dapat secara langsung memberdayakan masyarakat dan membuka akses pasar yang lebih luas.
“Kami berharap model ini bisa direplikasi di desa-desa lain,” tambahnya.
Dampak Langsung bagi Petani
Ferry Pomantow, perwakilan Kelompok Tani Talaut Jaya, menyampaikan rasa syukur atas dampak positif teknologi dari Polimdo.
“Sejak menggunakan alat pembuat gula semut dari Polimdo, pekerjaan kami menjadi lebih mudah dan cepat. Produksi juga lebih efisien karena menggunakan energi surya, yang otomatis mengurangi biaya,” terangnya.
Ia menyebut bahwa permintaan dari Jakarta menjadi motivasi besar bagi kelompoknya.
“Ini membuktikan bahwa gula semut dari Talaitad Utara, yang diproduksi dengan proses lebih baik dan berkelanjutan, diakui kualitasnya. Kami berharap ini jadi awal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan kapasitas kelompok tani kami.”
Melalui kegiatan diseminasi dan penerapan teknologi ini, Polimdo turut mendukung agenda pembangunan ramah lingkungan di sektor UMKM pertanian. Program ini juga memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, sekolah, dan kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan usaha gula semut.
Keberangkatan produk gula semut Talaitad Utara ke Jakarta diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lain di Minahasa Selatan untuk turut mengadopsi teknologi tepat guna. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post