SANGIHE, BARTA1. COM – Harapan warga Sangihe untuk memiliki jalan Lenganeng–Bowongkulu yang layak tak lagi sekadar wacana. Setelah tertunda kurang lebih 7 tahun akibat persoalan hutan lindung, proyek pembangunan jalan penghubung itu resmi berjalan.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, memimpin peletakan batu pertama di kawasan wisata Panenteng, Jumat, (3/9/2025). Proyek dengan nilai kontrak Rp494,5 juta itu dibiayai dari APBD dan dipercayakan kepada CV Tunas Jaya sebagai pelaksana.

“Kelihatannya hanya 150 meter, tetapi proses perizinan kawasan hutan lindung ini sangat rumit. Tim mengurus sejak awal hingga selesai, dan butuh lima bulan untuk menuntaskan tahapannya. Kami berterima kasih atas koordinasi dari Gubernur Sulawesi Utara,” kata Michael dalam sambutannya.
Michael menegaskan, infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Jalan, menurutnya, bukan sekadar penghubung antarkampung, melainkan juga urat nadi perekonomian.
Selain membuka akses warga, jalur ini juga akan memudahkan wisatawan mencapai puncak Panenteng. Selama ini, panorama kota Tahuna dari puncak itu hanya bisa dinikmati dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua karena jalur lama tak bisa dilalui mobil.

Pemerintah daerah menaruh perhatian pada pengembangan wisata berkelanjutan di kawasan hutan lindung. Michael mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat lokal, dan pelestarian budaya.
“Tantangan terbesarnya adalah menjaga alam dari dampak aktivitas wisata. Karena itu, kesadaran pengunjung tentang keberlanjutan harus terus ditumbuhkan,” ujar dia.
Sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan, acara peresmian turut disertai penanaman pohon di sekitar kawasan Panenteng. (Adv)


Discussion about this post