Manado, Barta1.com – Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan menggelar pelatihan pengembangan strategi promosi kepada kelompok nelayan “Imanuel” di Lingkungan IV, Kelurahan Wenang Selatan, Manado, Sabtu (20/09/2025).

Kegiatan ini diketuai oleh Mariska C. Walean, SE., M.Si, bersama tim dosen DR. Efendy Rasjid, MM., M.Si, Jemry Winokan, SE., M.Si, Rolyke Tulangow, SE., M.Si, Meidy Wollah, S.Pd., M.Pd dan Dr. Ir. Barakati Karel Manginsihi, MT, serta mahasiswa tingkat akhir Jurusan AB Polimdo.

Dalam sambutannya, Mariska C. Walean menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para nelayan mengenai strategi promosi, sehingga hasil tangkapan mereka dapat dipasarkan dengan lebih baik, memberikan keuntungan yang layak, dan tentu saja membantu menopang kehidupan keluarga mereka.

“Peserta pelatihan terdiri dari anggota kelompok nelayan Imanuel dan warga sekitar yang ingin menambah pengetahuan. Kami memberikan pelatihan tentang strategi promosi berbasis teknologi digital, yang lebih efektif dan efisien dalam memasarkan hasil tangkapan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung dalam profesi keseharian Bapak-bapak sekalian,” jelas Mariska.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Lurah Wenang yang diwakili oleh Kepala Lingkungan, Agus Susilo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim dosen Polimdo yang telah hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi kelompok nelayan di kampung Pondol.
“Kiranya materi yang diberikan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para nelayan dalam menyusun strategi pemasaran hasil tangkapan mereka. Sekali lagi, atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada Polimdo yang telah memberikan waktu dan perhatian bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Masuk pada sesi materi, Dr. Efendy Rasjid, MM., M.Si memulai dengan melakukan observasi melalui diskusi bersama nelayan, untuk mengetahui kondisi dan tantangan yang mereka hadapi secara langsung.
“Sebelum kita masuk lebih dalam, saya ingin bertanya: berapa banyak hasil tangkapan yang biasanya diperoleh? Dan dijual ke mana hasilnya?” tanya Dr. Efendy.
Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu nelayan, Jhon Welcome, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan mereka sangat tergantung musim. Biasanya hasil melimpah pada bulan Januari hingga Maret, sedangkan di bulan-bulan lainnya hasil hanya cukup untuk konsumsi sehari-hari.
“Sekarang kami kesulitan mendapatkan ikan. Dulu masih mudah dicari, sekarang sudah jarang sekali,” ungkap Jhon.
Ia menambahkan bahwa pada musim puncak seperti Maret, tangkapan bisa mencapai 100 hingga 200 ekor ikan, yang biasanya langsung dibeli oleh pengusaha rumah makan.
Mendengar kondisi tersebut, Dr. Efendy menyampaikan keprihatinannya, seraya menekankan bahwa persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan akademisi.
“Saya baru-baru ini menghadiri seminar terkait perkembangan ikan di Teluk Manado yang dibawakan oleh seorang profesor dari Jepang. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa reklamasi di pesisir Manado telah mengubah arus laut, yang berdampak pada pola pemijahan ikan. Akibatnya, populasi ikan menurun drastis, dan nelayan pun semakin sulit,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dampak lain seperti pencemaran di kawasan Bunaken akibat perubahan arus laut yang membawa sampah dari kota, serta persaingan alat tangkap dengan negara asing yang jauh lebih modern dan efisien.
“Indonesia adalah negara dengan sumber daya ikan melimpah, namun ironisnya, justru negara lain yang paling banyak menikmati hasilnya karena penggunaan teknologi canggih. Mereka bahkan bisa melacak perjalanan ikan. Ini memberi tekanan besar pada nelayan tradisional kita,” tambahnya.
Dr. Efendy menegaskan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah untuk mencari solusi nyata bagi para nelayan, termasuk membuka peluang pergeseran usaha yang lebih berkelanjutan.
“Sudah tujuh bulan nelayan di sini tidak memiliki penghasilan tetap. Situasi ini harus menjadi perhatian. Kami dari kalangan akademisi hadir untuk memberi masukan dan harapan agar ada langkah nyata,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post