Manado, Barta1.com — Kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kedatangan tamu istimewa dari Tiongkok, Jumat (19/09/2025). Mereka merupakan rombongan dari Hunan Vocational College of Engineering China untuk melakukan kunjungan dalam rangka menjajaki potensi kerja sama internasional yang strategis di bidang pendidikan vokasi dan teknologi.

Delegasi dari Tiongkok ini terdiri dari sejumlah tokoh penting, antara lain Bonny Reinhard Immanuel dari Glodon Indonesia, An Qi dan Cheng Mingyi dari Glodon China. Turut hadir pula Peng Hua selaku Direktur Training Center, He Lizhi selaku Dekan School of Engineering Management, Zhu Wei dari Training Center, Shu Lingzhi sebagai dosen Quantity Surveying (QS), serta dua mahasiswa yakni Tang Jia-shi dan Zeng Jie.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Polimdo, termasuk Direktur Dra. Mareyke Alelo, MBA, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makingung, SE., M.Si., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., serta para ketua dan sekretaris jurusan dari enam program studi yang ada.
Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan musik tradisional kolintang dan lagu-lagu daerah, termasuk lagu dari Tanah Kangguru yang dinyanyikan oleh mahasiswa Jurusan Pariwisata Polimdo.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi saling bertukar informasi mengenai program-program unggulan di bidang perencanaan, pelatihan instruktur, hingga pembangunan daerah. Presentasi dalam bentuk slide dan video menambah kedalaman diskusi dan memperkuat semangat kolaborasi.
Hubungan antara Polimdo, Hunan Vocational College of Engineering, serta Glodon, salah satu perusahaan teknologi konstruksi terkemuka semakin hangat melalui pertukaran cendera mata khas budaya masing-masing negara.
Rombongan juga diajak meninjau beberapa laboratorium di Jurusan Teknik Sipil Polimdo sebagai bagian dari langkah awal memperkuat kerja sama di bidang akademik dan riset terapan.
Dalam wawancara bersama Barta1.com, Direktur Polimdo Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.
“Mereka melihat bahwa Polimdo memiliki potensi dan menyampaikan bahwa kampus kita sudah cukup baik. Bahkan mereka membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen Polimdo untuk belajar di China, dan sebaliknya. Mereka juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan berupa fasilitas laboratorium,” ujar Mareyke.
Lebih lanjut, Mareyke mengakui bahwa secara fasilitas dan jumlah mahasiswa, Polimdo masih tertinggal dari Hunan Vocational College yang memiliki sekitar 40.000 mahasiswa dan baru-baru ini mereka mendapatkan medali emas tingkat nasional di bidang teknik.
“Namun, kami memiliki nilai lebih dari sisi budaya, keramahan, dan sikap sopan santun. Itu mungkin menjadi daya tarik tersendiri, yang bisa membuka jalan kerja sama lebih luas dengan institusi luar negeri demi kemajuan mahasiswa kita,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu upaya nyata Polimdo untuk terus berkembang di tengah keterbatasan.
“Jika hanya mengandalkan pemerintah, mungkin masih banyak keterbatasan. Tapi kami percaya, inilah langkah strategis Polimdo untuk membangun jejaring internasional demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post