Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Teknik Sipil menorehkan sejarah baru di Indonesia Timur dengan menggelar pelatihan sekaligus sertifikasi Building Information Modelling (BIM) 5D Cubicost (TAS dan TRB) bagi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Authorized Training Centre (ATC) BIM Cubicost Polimdo, Senin hingga Jumat (15–19 September 2025).

Salah satu peserta, Rezer T. Saroden, mahasiswa D3 Bangunan Gedung, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini.

“Melalui pelatihan ini, kami bisa mengidentifikasi berbagai struktur secara detail dan mendapatkan ilmu baru, termasuk elemen-elemen yang sebelumnya tidak kami pelajari di kelas,” tutur Rezer saat diwawancarai Barta1.com.

Menurutnya, pelatihan ini sangat berguna, terutama karena Cubicost menawarkan fitur-fitur penting yang tidak tersedia di aplikasi lain.
“Sangat bermanfaat, apalagi bagi mahasiswa yang belum menguasai AutoCAD. Dengan Cubicost, kami dapat meningkatkan hard skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.
Rezer juga mengaku bahwa setelah mengikuti pelatihan dan menjalani proses sertifikasi, rasa percaya dirinya meningkat hingga 75 persen.
“Puji syukur, saya dinyatakan lulus dalam tahap sertifikasi,” ucapnya sambil tersenyum.
Dosen Teknik Sipil Polimdo sekaligus Instruktur BIM 5D Cubicost, Ir. Switly Peginusa, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini dibagi menjadi dua sesi.
“Baru saja sesi pertama selesai, baik pelatihan maupun sertifikasinya. Dari 20 mahasiswa D3 yang ikut, sebagian besar dinyatakan lulus. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia konstruksi modern, terutama yang berbasis BIM 5D Cubicost,” jelas Ir Switly.
Ir Switly menambahkan bahwa Cubicost merupakan sebuah produk dari Tiongkok, dan Polimdo telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak Cubicost Indonesia untuk menghadirkan fasilitas ATC di kampus.
“ATC di Polimdo bisa menjadi satu-satunya pusat pelatihan BIM Cubicost di Indonesia Timur dari Glodon. Ini adalah langkah awal yang luar biasa,” tegasnya.
Tahap kedua pelatihan dijadwalkan dimulai keesokan harinya, dengan fokus pada aspek penulangan (TRB) setelah sebelumnya membahas arsitektur dan struktur (TAS). Setiap sesi akan menghasilkan sertifikasi tersendiri yang berlaku selama dua tahun.
“Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari mahasiswa D3 semester akhir hingga D4, bahkan ada yang sudah lulus ujian akhir. Sertifikat ini akan sangat membantu mereka dalam memasuki dunia kerja,” ungkap Ir Switly.
Kabar baik lainnya, Polimdo juga akan menerima kunjungan langsung dari pihak Glodon Tiongkok sebagai balasan atas kunjungan Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, ke negeri Tirai Bambu beberapa waktu lalu. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan merumuskan MoU dan PKS lanjutan.
Ir Switly berharap ATC BIM 5D Cubicost Polimdo bisa menjadi pilot project dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas serta tersertifikasi dan siap berkontribusi dalam dunia konstruksi modern.
“Pemerintah saat ini membutuhkan tenaga kerja bersertifikasi BIM. Polimdo hadir menjawab kebutuhan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Sherly Runtunuwu, S.T., M.T, salah satu tim penggagas kerja sama dengan Glodon, menuturkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Mahasiswa diuji secara daring setelah menyelesaikan materi Take-Off Architecture and Structure (TAS), dan hasil kelulusan dapat langsung diketahui.
“Yang tidak lulus diberi kesempatan mengulang. Setelahnya, mereka akan turun lapangan seperti praktik kerja lapangan (PKL), sebelum akhirnya mendapatkan sertifikat yang berlaku selama dua tahun,” jelas Dr. Sherly.
Dengan memiliki sertifikat TAS dan TRB saat lulus nanti, mahasiswa Polimdo akan memiliki nilai tambah yang sangat signifikan di dunia kerja.
“ATC BIM Cubicost ini saat ini hanya ada di Polimdo, satu-satunya di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post