Minsel, Barta1.com — Minahasa Selatan kembali menjadi saksi nyata transformasi desa ketika PLN UID Suluttenggo menyalurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Desa Radey, Kecamatan Tenga. Melalui Electrifying Agriculture, PLN menghadirkan sistem pengairan listrik lengkap untuk Kelompok Tani Anugrah sebagai upaya mendorong pertanian modern dan ramah lingkungan.
Tak tanggung-tanggung, paket bantuan yang diberikan meliputi instalasi pompa listrik, tower air, jaringan pipa, pengeboran sumur, hingga sambungan listrik berdaya 5.500 VA. Dengan sistem yang terintegrasi ini, petani kini mampu mengolah lahan lebih cepat, hemat, dan efisien.
Ketua Kelompok Tani Anugrah, Yoldi Kaat, menyebut program ini sebagai terobosan besar.
“PLN bukan sekadar memberi fasilitas, tapi membawa kami ke era pertanian modern. Kami merasa didukung penuh untuk meningkatkan hasil panen dan mengembangkan usaha pertanian yang lebih mandiri,” ungkapnya.
Program Electrifying Agriculture tidak hanya memberi dampak jangka pendek berupa akses air yang lebih mudah, tetapi juga memiliki target jangka panjang. Penerapan teknologi pompanisasi listrik diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas padi dan jagung yang menjadi komoditas utama daerah.
Seiring dengan meningkatnya produksi, program ini juga diharapkan menopang program ketahanan pangan nasional dan kebutuhan lokal, termasuk inisiatif makan siang gratis pemerintah. Desa Radey berpeluang menjadi salah satu pilar penyedia pangan di Sulawesi Utara.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman, menegaskan bahwa TJSL PLN dirancang untuk memberi dampak berkelanjutan.
“Kami ingin energi listrik mengalir bukan hanya di rumah, tapi juga di sawah dan ladang. Dengan begitu, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat desa,” ucapnya.
Transformasi ini menandai langkah penting kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Bersama, mereka membangun pertanian yang efisien, modern, dan lebih sejahtera.
Electrifying Agriculture menjadi bukti bahwa listrik bukan sekadar penerang, melainkan motor penggerak perubahan sosial-ekonomi. Di Minahasa Selatan, percikan energi itu kini menjelma menjadi arus kehidupan baru bagi petani dan generasi penerus mereka. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post