Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar pengabdian kepada masyarakat melalui Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Polimdo dengan melakukan pendampingan financial awareness bagi masyarakat Desa Darunu, Selasa (9/09/2025). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga selesai, dan didukung oleh Galeri Investasi Polimdo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta IPOT Sekuritas.

Pengabdian ini dipimpin oleh Adelaida Joroh, SE., MM selaku ketua, beserta anggota Frisaka Papia, SE., MM, Misael Aldo Walangitan, Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak, dan Floren Agnesia Sinaga, S.S., M.Pd.

Sementara itu, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Dhea Manengal, Feiby Eunike Sondak, Natanael Yedija Yolentio Sango, Vircilia Dewita Lakaina, Gleydis Anatasya Kolopita, Agnesya Indah Badarab, Hanasya Glorya Asyera Tampi, Nurul Bumbulo, Sandy Manoppo, dan Aprilia Angelica Saada.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polimdo, Adelaida Joroh, SE., MM, menjelaskan bahwa masyarakat dan pemerintah Desa Darunu mendapatkan pelatihan dasar keuangan yang mencakup budgeting, pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

“Selain itu juga ada workshop literasi investasi bersama OJK, BEI, dan IPOT, dilanjutkan dengan simulasi pembukaan akun investasi digital (IPOT Sekuritas). Masyarakat juga diberikan edukasi tentang pencegahan pinjaman online ilegal, pendampingan kewirausahaan berbasis potensi lokal (wisata dan UMKM), serta pembentukan kelompok belajar keuangan desa,” jelas Adelaida yang juga merupakan akademisi dari Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo.
Ia menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait literasi keuangan dan investasi kepada masyarakat.
“Selanjutnya, membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan keuangan dan instrumen investasi formal, mengurangi kerentanan terhadap praktik investasi ilegal atau pinjaman online, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis wisata dan UMKM,” lanjutnya.
Adelaida berharap, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini bisa meningkatkan literasi dan kesadaran finansial masyarakat Desa Darunu. Ia berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak, menghindari pinjaman ilegal, memanfaatkan instrumen investasi formal, serta menjadikan desa ini sebagai model program berkelanjutan.
“Kiranya Desa Darunu ke depan bisa menjadikan program ini sebagai bagian dari program kerja desa. Akan ada tindak lanjut berupa pembukaan rekening serta penyusunan rencana aksi keuangan desa berbasis literasi dan investasi,” pungkasnya. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post