Manado, Barta1.com – Ratusan massa aksi mendatangi Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (1/09/2025). Massa yang hadir berasal dari berbagai Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan (OKP), seperti PMII, LMND Minahasa, PMII Manado, KAMMI, dan lainnya.
Mereka disambut oleh sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Sulut, di antaranya Ketua DPRD Fransiskus Andi Silangen, Wakil Ketua Royke Anter, Ketua Komisi I Braien Waworuntu, Wakil Ketua Komisi IV Louis Carl Schramm, serta anggota DPRD seperti Melisa Gerungan, Seska Budiman, Jein Laluyan, Amir Liputo, Eugenie Mantiri, dan Royke Roring.
Turut hadir pula anggota dewan lainnya seperti Yongkie Limen, Muliadi Paputungan, Nick Lomban, Angel Wenas, Michaela Elsiana Paruntu, Eldo Wongkar, Pierre Makisanti, Julitje Maringka, Abdul Gani, Feramitha Mokodompit, dan Dea Lumenta.
Dalam aksi tersebut, sejumlah orator menyampaikan berbagai tuntutan. Di antaranya adalah desakan untuk menurunkan tunjangan anggota DPRD, pencopotan Kapolri, serta penindakan tegas terhadap pelaku pembunuhan Affan Kurniawan. Salah satu orator utama dalam aksi ini adalah Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul.
Pimpinan DPRD Provinsi Sulut sempat meminta agar perwakilan dari massa aksi bersedia berdialog di dalam ruang kerja DPRD. Namun permintaan tersebut tidak diindahkan, karena massa aksi menginginkan agar seluruh peserta aksi dapat masuk bersama-sama ke dalam gedung.
“Semua aspirasi dari adik-adik mahasiswa akan kami terima dan akan ditindak lanjuti,” ujar Ketua DPRD Fransiskus di hadapan massa.
Meski demikian, hingga aksi dibubarkan, tak ada kesepakatan atau hasil yang tercapai karena keinginan massa untuk masuk secara kolektif tidak terpenuhi, dan pertemuan di dalam ruangan pun tak terlaksana. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post