Manado, Barta1.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Tenggara, Utara, dan Gorontalo (Suluttenggo) menegaskan kesiapannya menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
Hal ini disampaikan langsung kepada Komisi XII DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik di Manado pada 28–29 Agustus 2025 yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, H. Bambang Haryadi, SE.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, memaparkan bahwa daya mampu sistem kelistrikan di Sulutgo saat ini mencapai 639 megawatt (MW) dengan beban puncak 461 MW.
Kondisi ini menunjukkan surplus daya sekitar 178 MW yang siap mengantisipasi lonjakan permintaan listrik akibat pertumbuhan industri, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga.
Di sisi lain, sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah juga menunjukkan tren positif. Daya mampu tercatat sebesar 226 MW, melebihi kebutuhan beban puncak wilayah tersebut.
Dengan cadangan daya ini, PLN optimistis dapat menopang geliat pembangunan ekonomi di daerah yang tengah berkembang pesat.
Usman menegaskan, PLN terus menjaga keandalan sistem dengan strategi pemeliharaan prediktif, preventif, dan korektif. Langkah ini diyakini mampu meminimalisir potensi gangguan listrik, sekaligus memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan bekerja optimal.
“Kami memastikan keberlanjutan dan keandalan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga menjelaskan bauran energi yang menopang sistem kelistrikan Suluttenggo. Sumber listrik berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari Poso dan Tondano, serta didukung pembangkit lain berbasis fosil sebagai energi cadangan.
Surplus daya ini sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung program elektrifikasi desa yang belum menikmati aliran listrik. PLN menggarisbawahi bahwa ketersediaan listrik akan mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Komisi XII DPR RI menyambut baik paparan PLN dan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kebutuhan energi dan keandalan pasokan.
Dengan kondisi surplus daya yang cukup besar, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah diproyeksikan siap menghadapi lonjakan kebutuhan energi hingga beberapa tahun ke depan.
Kunjungan ini juga memperlihatkan sinergi antara DPR RI, PLN, dan mitra strategis lainnya untuk memastikan sistem kelistrikan nasional semakin kokoh. Legislator menegaskan dukungan penuh terhadap langkah PLN dalam memperkuat infrastruktur energi di kawasan timur Indonesia.
Ke depan, PLN menargetkan surplus daya tidak hanya menopang konsumsi masyarakat, tetapi juga menarik investasi baru yang membutuhkan kepastian energi.
Dengan sistem yang handal, PLN berharap dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post