Manado, Barta1.com – Setelah dilantik menjadi anggota penuh, beberapa anggota KPA Silvaterra semakin memperkuat komitmennya terhadap konservasi lingkungan.

Salah satunya adalah Ismail Putra Onthoni, anggota angkatan VIII KPA Silvaterra, yang berbagi cerita dengan Barta1.com pada Minggu (31/08/2025). Ia menyebutkan bahwa dirinya dan teman-temannya sedang mendalami pengetahuan konservasi, khususnya terkait dengan ekosistem Mangrove.

“Kemarin, kami mempelajari banyak hal. Pertama, kami memahami apa itu konservasi secara umum, lalu membahas regulasi yang berlaku. Selanjutnya, kami mengenal berbagai jenis mangrove beserta manfaat ekologis dan ekonominya bagi kehidupan manusia,” ungkap Ismail. Ia menambahkan, pembelajaran ini dilaksanakan di kawasan hutan Mangrove, Pantai Batu Hitam, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, pada Jumat (30/08/2025).

Ismail, yang juga merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Manado, menjelaskan bahwa mereka juga mempelajari teknik melihat bibit mangrove yang sesuai dengan substrat, serta cara merawatnya agar tumbuh dengan baik.
“Kawasan Batu Hitam masih sangat asri dan memiliki pertumbuhan bibit mangrove yang cukup baik. Ini adalah sumber daya alam yang perlu kita jaga bersama agar keberlanjutan ekosistem di wilayah Manado Utara tetap terpelihara,” tuturnya.
Namun, ia juga mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi kawasan tersebut. “Sayangnya, kami menemukan banyak sampah yang mencemari dahan dan daun mangrove,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen mereka, Ismail dan rekan-rekannya tidak hanya mendalami pengetahuan tentang konservasi mangrove, tetapi juga melakukan aksi pembersihan di kawasan hutan mangrove. Langkah ini mereka lakukan untuk menjaga kelestarian mangrove agar terus berkembang.
Saat ditanya mengenai jenis sampah yang sering ditemukan, Ismail menyebutkan bahwa kebanyakan sampah berupa tali plastik, kantong plastik, pembungkus makanan ringan, dan lainnya.
“Seharusnya kita semua memiliki kesadaran bersama. Ketika melewati kawasan mangrove dan melihat sampah, mari kita bantu untuk mengangkatnya. Hutan bakau ini memiliki banyak manfaat, seperti menjaga abrasi, menyerap karbon, mendukung kehidupan biota laut, dan bahkan berfungsi sebagai bahan obat-obatan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post