Manado, Barta1.com—PT PLN (Persero) bersama komunitas Tamang Bae Lingkungan sukses menggelar Eco Vibe Festival 2025 di kawasan Megamas, Manado, awal Juni 2025. Ajang ini diposisikan sebagai ruang kolaborasi seni, energi, dan ekologi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Festival ini menampilkan pertunjukan seni lintas genre mulai dari musik, teater, puisi, hingga mural kolaboratif. Di sisi lain, PLN menghadirkan demo penggunaan kompor induksi dan kendaraan listrik sebagai bagian dari kampanye transisi energi bersih di Sulawesi Utara.
“Kami ingin menghubungkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dengan gaya hidup hemat energi dan ramah lingkungan,” ujar perwakilan Serikat Pekerja PLN Sulut. Menurutnya, seni bisa menjadi medium paling efektif menyampaikan pesan penyelamatan bumi.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan Indonesia menghasilkan sekitar 8 juta ton sampah plastik per tahun, dengan 3,2 juta ton masuk ke ekosistem laut. Angka ini mengancam biota laut dan plankton yang menyumbang 80 persen oksigen dunia.
Festival ini pun menghadirkan panggung puisi dan teaterisasi karya-karya lingkungan oleh penyair dan aktor Sulut, seperti Jamal Rahman Iroth, Inggrit Pangkey, Aldes Sambalao, hingga Harlie Mamonto. Mereka menegaskan puisi bukan sekadar estetika, melainkan perlawanan ekologis.
Budayawan Benni M. Matindas menekankan seni sebagai “alat prediksi” yang mampu menggugah kesadaran publik melampaui data dan statistik. Ia menilai Eco Vibe Festival telah menjadi momentum strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat kota.
Tak hanya seni, serikat pekerja PLN juga mengajak masyarakat berpartisipasi lewat tukar buku bekas dengan kopi di booth UMKM binaan PLN. Buku-buku tersebut akan disalurkan ke taman baca untuk memperkuat literasi lingkungan.
“Bila politik pembangunan itu kotor, maka seni yang membersihkannya,” demikian salah satu pesan yang bergema dalam festival. PLN menegaskan, transisi energi dan kesadaran ekologi harus berjalan seiring dengan gerakan budaya dan seni.
Eco Vibe Festival 2025 membuktikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak sekadar seremonial, melainkan ruang aktualisasi bagi masyarakat. Melalui seni dan inovasi energi bersih, PLN memperkuat pesan “Hijaukan Bumi, Jaga Energi, Selamatkan Masa Depan.” (*)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post