Talaud, Barta1.com – Lebih dari separuh anggota beserta pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud absen dalam agenda Pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI, Jumat (15/8/2025).
Dari total 25 anggota dewan, hanya 8 orang yang hadir dan mengikuti jalannya pidato secara virtual di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud. 8 orang tersebut terdiri dari 1 orang pimpinan DPRD dan 7 orang anggota.
Lebih dari separuh kursi dewan kosong ketika Presiden menyampaikan arah kebijakan strategis bangsa, termasuk program-program prioritas seperti swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, Sekolah Rakyat, dan cek kesehatan gratis.
Sontak hal ini menjadi sorotan tajam karena dinilai mencerminkan rendahnya partisipasi legislatif daerah dalam agenda kenegaraan yang penting.
“Kalian digaji oleh rakyat untuk manjadi penyambung lidah rakyat. Bukan untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyat” tegas Ontorael.
Ia menuturkan, DPRD harus punya budaya malu terhadap rakyat. Minimnya kehadiran anggota dewan secara keseluruhan memunculkan pertanyaan publik soal komitmen dan tanggung jawab wakil rakyat dalam menyerap pesan dan arah pembangunan nasional yang disampaikan Presiden.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan ketika rakyat disajikan dengan tontonan kursi kosong. Jangan karena kepentingan pribadi yang mengatasnamakan rakyat belum terakomodir, kemudian menjadi alasan tidak mengikuti agenda yang sifatnya vital,” ungkap Ronal Ontorael, salah satu warga Talaud.
Absennya sebagian besar anggota DPRD dinilai mencederai kepercayaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain mencerminkan lemahnya etos kerja, kondisi ini juga menunjukkan kurangnya kesadaran konstitusional sebagian legislator terhadap pentingnya sinergi antara pusat dan daerah.
Kata Ontorael, bagaimana program strategis nasional akan berhasil jika tidak mendapat respon dan dukungan serta pengawalan serius dari seluruh elemen pemerintahan, termasuk DPRD di tingkat daerah.
“Harusnya lebih fokus memikirkan kepentingan rakyat. Bukan malah sibuk memantau proyek atau menciptakan judul kegiatan agar dapat perjalanan dinas saat agenda vital seperti ini berlangsung,” ucap Ontorael.
Kontras dengan ketidakhadiran para legislator, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisa Gretsya Bambungan hadir beserta jajaran Forkopimda untuk mengikuti pidato Presiden secara virtual.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Talaud belum memberikan tanggapan terkait ketidak hadiran belasan anggota serta pimpinan DPRD, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post