Manado, Barta1.com – Dalam semangat solidaritas dan kemanusiaan, tiga komunitas besar di Manado, yakni BPKel Oi Intermezo Manado, BPK Oi Manado, dan Torang Slankers Manado (TSM), sukses menggelar aksi sosial bertajuk “Tamang Bantu Tamang”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan dipusatkan di Kedai Revolusi, yang terletak di kawasan Bolivard II, Manado Utara, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Dengan nuansa yang hangat dan penuh kebersamaan, acara ini tak hanya berfokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga dibalut dalam kemasan kreatif dan menarik. Sejumlah agenda turut meramaikan kegiatan, seperti penampilan live music, layanan Hairstyle gratis, hingga Mix & Match Nail Art, yang semuanya bertujuan membangun suasana santai namun sarat makna.

Ketua BPKel Oi Intermezo Manado, Sry Umar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk membantu sahabat-sahabat mereka yang sedang mengalami musibah dan dalam masa pemulihan. Melalui aksi ini, diharapkan semangat saling membantu di antara anggota dan masyarakat dapat terus tumbuh.

“Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, semoga bisa membangkitkan semangat kepedulian dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar anggota. Kami ingin membuktikan bahwa solidaritas bisa diwujudkan dalam bentuk yang sederhana namun bermakna,” ujar Sry Umar.

Suksesnya pelaksanaan kegiatan ini tak lepas dari kolaborasi lintas komunitas serta dukungan berbagai pihak, baik secara organisasi maupun individu. Atas nama panitia, Sry dan rekan-rekannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan.
“Saya sebagai Ketua, bersama Wakil Ketua BPKel Oi Intermezo, M. Taufick Olii, merasa bangga melihat semangat teman-teman. Kegiatan ini bagi kami bukan hanya soal gaya atau penampilan, tapi merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan apakah “Tamang Bantu Tamang” akan menjadi program rutin, dua panitia dari BPKel Oi Intermezo, yakni Wisnu Dumo dan Mazhar Siden, menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari serangkaian aksi kemanusiaan yang akan terus mereka lakukan.
“Ini baru permulaan. Semangat ini akan terus kami bawa untuk kegiatan-kegiatan berikutnya. Kami percaya bahwa solidaritas itu bukan hanya sekali, tapi harus berkelanjutan,” ujar keduanya penuh semangat.
Aksi sosial “Tamang Bantu Tamang” membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak harus dilakukan dengan cara besar atau mewah. Melalui langkah-langkah kecil dan penuh ketulusan, masyarakat bisa saling menguatkan, terutama saat ada yang tertimpa musibah. Manado telah menjadi saksi betapa kekuatan komunitas bisa menciptakan perubahan, mulai dari hal yang paling sederhana.
Kegiatan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah zaman yang serba sibuk, masih banyak hati yang peduli dan siap bergerak untuk sesama. Manado patut berbangga—bukan karena gebyar acaranya, tapi karena semangat kemanusiaannya yang nyata dan menyentuh. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post