• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Sangihe

Cerita Guru di Perbatasan Sangihe; Kekurangan Nakes, Andalkan ChatGPT Saat Anaknya Sakit

by Redaksi Barta1
25 Juli 2025
in Sangihe
0
Foto: Ibu Guru Savelia Menidurkan Bayinya yang Kurang Sehat. (Dok. Istimewa)

Foto: Ibu Guru Savelia Menidurkan Bayinya yang Kurang Sehat. (Dok. Istimewa)

0
SHARES
270
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SANGIHE, BARTA1.COM – Ketika anak balitanya mengalami demam tinggi selama dua hari tanpa kehadiran satu pun tenaga medis di sekitarnya, Savelia Viane Warouw hanya bisa mengandalkan aplikasi kecerdasan buatan, ChatGPT. Guru yang sudah enam tahun mengabdi di Pulau Matutuang, Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe itu mengungkapkan situasi darurat yang dihadapinya di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Savelia menceritakan kondisi panik yang ia alami sebagai ibu baru. Putranya, Dominic, yang baru berusia satu tahun tiga bulan, mengalami demam naik turun. Tidak ada dokter, perawat, atau bahkan akses ke transportasi laut menuju Tahuna.

“Hari kedua Dominic panas, sudah diberi obat tapi naik turun. Bingung mau bagaimana, menangis rewel terus. Mau ke dokter tidak ada, mau ke mantri atau perawat juga tidak ada. Tidak ada kapal untuk ke Tahuna,” tulisnya, Selasa lalu.

Dalam kondisi seperti itu, Savelia mengaku mencoba mencari informasi secara mandiri lewat ChatGPT.

“Saya sebagai new mom cuma mengandalkan ChatGPT, cari tahu bagaimana takaran obat untuk anak baru 1 tahun 3 bulan. Bagaimana cara beri obat ke anak yang belum bisa bilang rasa sakitnya di mana,” tulisnya.

Menurut Savelia, ketika dikonfirmasi, Jumat (25/7/2025) sejak petugas kesehatan sebelumnya ditarik ke Puskesmas induk di Marore, tidak ada lagi petugas medis tetap di Matutuang. Satu-satunya tenaga yang ada saat ini adalah seorang lulusan keperawatan yang ditunjuk oleh kepala desa untuk sementara membantu.

“Sekarang di sini hanya ada perawat yang baru lulus kuliah, ditunjuk oleh Kepala Desa menangani pasca petugas sebelumnya dipindah tugaskan,” ujar dia.

Ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap layanan kesehatan di pulau perbatasan ini. “Tolong bagi pihak terkait, apa nyanda ada solusi? Kampung Matutuang setidaknya harus ada nakes di sini,” kata Savelia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, saat dikonfirmasi menyatakan petugas pengganti sudah disiapkan namun ada kendala pada transportasi yang saat ini menunggu jadwal.

“Sudah sementara di-handle. Kepala Puskesmas sudah tindak lanjuti, sisa menunggu jadwal kapal untuk ke sana. Petugas baru akan ke sana dalam waktu dekat,” ujar Handry.

Ia menjelaskan bahwa perpindahan petugas dilakukan sebagai bagian dari rotasi internal. Petugas lama ditarik ke Puskesmas Marore dan pengganti yang baru kini tengah dijadwalkan untuk segera diberangkatkan ke Matutuang.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Curhat GuruKekurangan NakesMatutuangPerbatasan Indonesia dan FilipinaSavelia Viane Warouw
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Penangkapan tersangka yang membawa ganja di Bitung: (foto: Chris/Barta1)

Polisi Tangkap Pemilik Narkotika Jenis Ganja di Bitung

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026
  • Kasus Bantuan Bencana Gunung Ruang: GERAK Amati Surat Rekomendasi 6 Toko Bangunan 24 April 2026
  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In