• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Gurita Raksasa di Dinding Karangria: Simbol Perlawanan terhadap Reklamasi

by Meikel Eki Pontolondo
22 Juli 2025
in Edukasi
0
Wawan Parasana saat melukis icon Gurita mematahkan alat berat. (foto: meikel/barta1.com )

Wawan Parasana saat melukis icon Gurita mematahkan alat berat. (foto: meikel/barta1.com )

0
SHARES
127
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Ada yang unik dan menarik dalam pelaksanaan Jambore Jurnalistik Lingkungan II yang digelar oleh SIEJ Sulawesi Utara di Pantai Karangria, Manado, belum lama ini. Salah satu sorotan acara adalah karya mural bergambar gurita raksasa, hasil kolaborasi dua seniman lokal, Wawan Parasana dan Asrin Manabung.

Asrin Manabung saat melukis patahan alat berat yang dililit oleh Gurita. (foto: meikel/barta).

Mural tersebut menghiasi dinding Daseng Nelayan Karangria dan memikat perhatian peserta jambore. Gurita yang digambarkan bukan sekadar hewan laut biasa, melainkan sosok mitologis yang terinspirasi dari Kraken — monster laut legendaris dari mitos Norwegia.

“Gurita ini saya bayangkan sebagai monster laut yang mampu melawan perusak lingkungan,” ungkap Wawan Parasana kepada Barta1.com,  Selasa (22/07/2025).

“Makanya saya gambarkan ia sedang melilit dan mematahkan alat berat. Dua papan bertuliskan ‘Tolak Reklamasi’ menjadi simbol perlawanan.”

Parasana, yang juga merupakan kader dari Ormas Oi Manado, menjelaskan bahwa gurita tersebut mewakili fantasi tentang kekuatan alam yang melindungi laut dari keserakahan manusia. “Kalau saja Kraken benar-benar ada, mungkin laut kita akan lebih aman. Orang pasti berpikir dua kali sebelum merusaknya,” tambahnya.

Tak hanya menggambarkan perlawanan, mural ini juga memuat pesan keberpihakan terhadap masyarakat pesisir. Gambar alat berat yang dipatahkan menjadi simbol penolakan terhadap pihak-pihak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan merugikan ekosistem laut.

“Ini adalah bentuk dukungan kami dalam menyuarakan penolakan terhadap reklamasi di pesisir Karangria,” kata Parasana.

Selain gurita, mereka juga melukis keindahan biota laut seperti penyu dan lumba-lumba. Di tengah mural, terpampang kalimat tegas: “Suara nelayan lebih penting daripada suara alat.” Kalimat ini menjadi penegasan bahwa keberadaan masyarakat pesisir seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan lingkungan.

Proses pengerjaan mural tersebut memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Meski singkat, pesan yang disampaikan sangat kuat.

“Kami sangat berterima kasih telah diberi ruang di Jambore Jurnalistik Lingkungan ini. Semoga kerja sama antara Ormas Oi dan SIEJ Sulut terus terjalin. Kami berharap bisa terus dilibatkan dalam kegiatan lain, terutama yang menyangkut kemanusiaan dan perjuangan menjaga lingkungan,” tutup Parasana. (*)

Peliput; Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Asrin Manabungmonster laut legendarisSIEJ SulutWawan Parasana
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Wabup Sitaro Beber Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

Wabup Sitaro Beber Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Redam Aksi Tawuran Pasar Tua dan Kombos, AKBP Arie Sulistyo Imbau Selesaikan Konflik Dengan Komunikasi 24 Agustus 2026
  • Kritis! Layanan WiFi XL Dikeluhkan Warga, Gangguan hingga 24 Jam 23 Agustus 2026
  • Prof Tri Hanggono: Polimdo Jangan Kehilangan Jati Diri, “Politeknik Ya Politeknik” 22 Agustus 2026
  • Steven Tegaskan Dokumen Jetty Lengkap, Luruskan Pemberitaan Sebelumnya 22 Agustus 2026
  • Buka Akses dan Tumbuhkan Ekonomi Desa Ambara, PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani 21 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In