• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Kisah Warga Airbanua Pertama Kali Melihat KM Barcelona VA Terbakar

by Agustinus Hari
21 Juli 2025
in News
0
KM Barcelona VA yang terbakar di Lautan Talise Minahasa Utara.

KM Barcelona VA yang terbakar di perairan Pulau Talise, Minut, Minggu (20/7/2025). (foto: istimewa)

0
SHARES
422
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Asap pertama itu terlihat dari kejauhan. Tipis dan semu, mengepul yang perlahan melaju di perairan Talise. “Kami kira cuma asap kenalpot,” ujar Rafli Makikama (35), nelayan asal Desa Airbanua, Likupang Barat, Minahasa Utara.

 

Minggu siang, (20/7/2025), Rafli dan sejumlah rekannya sedang mencari ikan di sekitar Tanjung Lampu, tak jauh dari Pulau Talise. Saat jam menunjukkan pukul sebelas lebih, mereka mulai menyadari ada yang tidak beres. Asap itu makin pekat. Kapal itu yang belakangan diketahui sebagai KM Barcelona VA, bergerak sejajar dengan Pulau Gangga. Asap mulai menebal melebihi badan kapal.

 

“Kami langsung bergegas ke sana. Waktu itu belum tahu seberapa parah. Tapi kami sadar itu bukan asap biasa,” kenang Rafli.

 

Tiba di lokasi, mereka mendapati kenyataan yang mencengangkan. Puluhan penumpang sudah terjun ke laut. Sebagian terombang-ambing tanpa pelampung. “Banyak yang sudah lemas, terutama yang tidak dapat pelampung,” kata Rafli.

 

Tak ada waktu untuk ragu. Rafli dan para nelayan dari pulau-pulau sekitar segera mengevakuasi korban ke daratan terdekat: Pulau Gangga. Di tengah terik dan ombak, mereka menarik satu per satu penumpang dari laut, ada yang berpegangan pada cool box, kas plastik, bahkan bertahan sambil memeluk rempah-rempah.

 

Sementara itu, Andre Makikama (33), sepupu Rafli yang tinggal di Desa Airbanua, juga melihat asap sejak pukul satu siang. Dari bibir pantai, ia melihat asap makin pekat, perlahan menyelimuti langit di atas laut. “Kapalnya sudah sejajar dengan Gangga. Kami dan para orang tua langsung ambil keputusan. Semua pemilik perahu bergerak ke lokasi,” katanya.

 

Andre menyaksikan sendiri betapa penumpang yang tidak kebagian pelampung bertahan dengan berpegangan pada penumpang lain yang mengenakannya. “Kami lihat ada anak-anak juga. Syukur, mereka semua masih hidup waktu kami sampai,” ujar Andre.

 

Menurut Andre dan Rafli, jika para nelayan telat beberapa menit saja, korban jiwa bisa lebih banyak. Dari pengamatan mereka, ada dugaan empat orang meninggal dunia dalam insiden ini. Namun, angka pastinya masih menunggu konfirmasi resmi.

 

“Kalau kami dan nelayan-nelayan terdekat tidak cepat bergerak, mungkin ceritanya sudah lain,” ujar Andre dengan suara berat saat dihubungi Barta1.com.

Penulis: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: KM Barcelona terbakarKM Barcelona VAMinahasa UtaraminutPulau Talise
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Foto: Bupati Michael Thungari saat memberikan keterangan pers. (Dok. Istimewa)

Bupati Sangihe: Tragedi KM Barcelona VA Jadi Alarm Keselamatan Laut di Nusa Utara

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gelapkan Uang Perusahan Ratusan Juta, Dua Karyawan Diamankan Polda Sulut 25 Juli 2026
  • Bupati Sangihe Pastikan Penanganan Korban Banjir, Air Bersih Jadi Prioritas Utama 25 Juli 2026
  • Edukasi Remaja Kinilow 1, Komitmen Nyata Mahasiswa UNSRIT Tomohon 25 Juli 2026
  • Resmi Lantik Pengurus Pilar Harmonis Nusantara, Yulianti Saridin: Momentum Perkuat Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara 24 Juli 2026
  • Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon 24 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In