• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Gallery

94 Persen Kasus Stunting di Sangihe Ditemukan pada Keluarga Perokok

by Redaksi Barta1
11 Juli 2025
in Gallery
0
Foto: Ilustrasi (Dok. Getty Images/Jikaboom)

Foto: Ilustrasi (Dok. Getty Images/Jikaboom)

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com — Hasil penelusuran di lapangan yang dilakukan oleh tim dari bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan tenaga Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan bahwa faktor perilaku, khususnya kebiasaan merokok dalam keluarga, menjadi salah satu determinan non-kesehatan yang kuat memengaruhi kejadian stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Handry Pasandaran, menegaskan bahwa temuan tersebut berdasarkan data konkret dari lapangan dan perlu menjadi perhatian serius.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis yang dilakukan oleh tim kami di lapangan, kami menemukan bahwa sekitar 94 persen anak yang mengalami stunting berasal dari keluarga perokok. Ini merupakan temuan penting yang mengarah pada kesimpulan bahwa faktor perilaku, khususnya kebiasaan merokok dalam rumah tangga, menjadi salah satu determinan non-kesehatan yang signifikan terhadap kejadian stunting di wilayah kita,” ujar Pasandaran saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa paparan asap rokok selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan anak dapat mengganggu perkembangan fisik dan kognitif anak secara signifikan.

Tabel: Faktor Determinan non-kesehatan temuan stunting pada keluarga perokok di Sangihe. (Dok. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe)
Tabel: Faktor Determinan non-kesehatan temuan stunting pada keluarga perokok di Sangihe. (Dok. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe)

“Rokok mengandung berbagai zat toksik yang tidak hanya membahayakan perokok itu sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya, termasuk ibu hamil dan anak-anak. Paparan asap rokok sangat berpotensi menghambat pertumbuhan anak. Ini memperkuat berbagai temuan ilmiah sebelumnya yang menunjukkan adanya korelasi kuat antara kebiasaan merokok dalam keluarga dan gangguan pertumbuhan anak,” lanjutnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas untuk menggencarkan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan fokus khusus pada edukasi bahaya rokok dan pentingnya menciptakan rumah yang bebas asap rokok.

“Kami mendorong tempat kerja dan fasilitas umum untuk mematuhi regulasi kawasan tanpa rokok, atau setidaknya menyediakan ruang khusus merokok yang tertutup dan terpisah dari area umum. Kami juga mengajak para kader kesehatan untuk aktif mendampingi ibu hamil, memberikan edukasi dan pemahaman bahwa menciptakan rumah yang sehat dan bebas rokok adalah bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Pasandaran.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh paparan rokok dalam keluarga terhadap kejadian stunting.

“Ke depan, kami melihat perlunya kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai pengaruh kebiasaan merokok terhadap kejadian stunting, khususnya di Sangihe. Penelitian ini penting agar kebijakan intervensi yang kami lakukan berbasis bukti ilmiah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Penurunan stunting SangihePerokoksangiheStunting
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Bupati Sitaro: Pemerataan Akses Internet Salah Satu Kebetuhan Mendesak

Bupati Sitaro: Pemerataan Akses Internet Salah Satu Kebetuhan Mendesak

Discussion about this post

Berita Terkini

  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026
  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In