Sangihe, Barta1.com – Ribuan liter minuman keras tradisional dan ratusan butir obat terlarang dimusnahkan Kepolisian Resor Kepulauan Sangihe dalam sebuah seremoni pemusnahan barang bukti, Kamis, (26/6/2025). Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 sekaligus memperingati Hari Anti Narkotika Internasional.
Dari data yang dihimpun barta1.com, sedikitnya 1.915 liter Cap Tikus, miras tradisional khas Sulawesi Utara berhasil diamankan Polres Sangihe sepanjang Januari hingga Juni 2025. Tak hanya itu, 162 liter Cap Tikus juga diserahkan oleh pihak Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna. Barang bukti lain yang turut dimusnahkan antara lain 283 liter minuman keras bermerk impor, 40 butir narkotika golongan II, serta 933 butir obat keras jenis Heymer (Trihexyphenidyl) yang kerap disalahgunakan.
Kepala Polres Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Kholik, menyebut pemusnahan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Ini adalah bentuk komitmen kami melindungi masyarakat dari bahaya narkotika dan minuman keras, terutama generasi muda yang menjadi tumpuan masa depan bangsa,” ujar Kholik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari operasi internal kepolisian serta kolaborasi lintas lembaga yang terus diperkuat. Pengawasan di titik-titik masuk Kepulauan Sangihe juga akan ditingkatkan, termasuk koordinasi intensif dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) dan TNI Angkatan Laut.
“Sinergi adalah kunci, terutama di kawasan transportasi laut yang menjadi jalur utama peredaran barang ilegal,” kata dia.
Kholik menegaskan bahwa operasi semacam ini akan terus digelar secara berkala sebagai langkah preventif. Bagi Polres Sangihe, menjaga perairan dan daratan dari ancaman miras serta narkoba adalah bagian dari tanggung jawab menjaga masa depan daerah kepulauan ini.
Pemusnahan barang bukti ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan daerah. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe tampak hadir di lokasi, menyaksikan langsung proses pemusnahan.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post