Manado, Barta1.com – Penampilan dan suaranya biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa. Bukan seperti penyanyi kebanyakan. Dengan suara merdu dan punya ciri khas. Jika menyimak tampilan suaranya pasti sangat jauh berbeda dengan para artis rohani. Tapi bukan di situ poinnya. Misi utama adalah melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
“Ya, itu tujuan kami. Misi utama kami adalah pelayanan dan melayani Tuhan. Kapan lagi kami mempersembahkan pujian untuk kemulian nama Tuhan? Kalau bukan sekarang kapan lagi. Karena Tuhan terlalu baik dan teramat baik dalam hidup kami,” kata Ursula Ponto membuka percakapan jelang malam Rabu (18/6/2025) di salah satu hotel ternama di Kota Manado.
Ursula adalah istri sekaligus eksekutif produser peluncuran album milik Kapten Roy Lahutung bertitel ‘Kupercaya dan Berserah’. Album rohani berisi sembilan lagu ciptaan Kapten Roy Lahutung yang bercerita soal kehidupan kelam pribadinya saat hidup di Tanjung Priok hingga sebagai nahkoda kapal luar negeri dan sekarang sering berlayar di Qatar.
Lagu-lagu tersebut sudah bisa didengar melalui akun aplikasi youtube Roy Lahutung, kendati baru dua lagi yang sudah ada video klip. “Lewat album itu dia (Roy) ingin menjadi pribadi yang lebih baik setelah melewati masa-masa kelam. Album ini tidak bertujuan komersil atau mencari keuntungan meski di akun youtube dua hari diluncurkan baru 27 orang yang subscribe namun beberapa hari kemudian sudah seribuan. Jika ada keuntungan dari situ kami pun ingin mempersebahkan kepada Tuhan. Tidak ada yang kami cari, dari gaji Roy sebagai pelaut sudah cukup,” ungkap Ula, sapaan akrab Ursula yang penah menjadi pemimpin redaksi sebuah televisi di Manado.
Kata dia, peluncuran album rohani Ini terasa sangat berat. “Karena ketika lagu-lagu rohani ini muncul maka mata semua orang akan tertuju ke kehidupan pribadi kami berdua. Itulah membuat kami bersyukur untuk kebaikan Tuhan. Bahwa Tuhan itu ada, bagaimana kemurahan Tuhan dan segala firman Tuhan menjadi nyata. Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata manusia itu yang ditunjukkan Tuhan. Jujur saja tidak pernah terbersit tentang album rohani ini. Biasanya Roy akan bercerita segala sesuatu kepada saya, makanya album ini sempat kami berdua berdebat panjang. Awalnya Roy ingin melanjutkan sekolah pelayaran tapi justru muncul bikin album. Dan puji Tuhan dua hal ini bisa dilakukan bersamaan. Itulah kemurahan Tuhan yang luar biasa,” imbuhnya.
Kapten Roy Lahutung yang sudah 12 tahun berlayar di Qatar mengaku awal munculnya lagu-lagu rohani ciptannya dilakukan secara sederhana. Bahkan pembuatan lagu tidak membutuhkan waktu yang lama. Lirik lagu bisa dapat inspirasi dari alkitab, youtube, serta penggalan khutbah tapi intinya soal kehidupan pribadinya. Misalnya, lagu pertama yang berjudul “Tanpa Kau” menceritakan tentang kesaksian hidupnya, lagu kedua berisi tentang kerinduannya untuk menyenangkan Tuhan.
“Jadi ada 9 lagu dalam album itu. delapan di antaranya terkait dengan pergumulan hidup, dengan tema yang universal sehingga bisa mencakup semua agama. Dan album itu ditutup dengan lagi ke-9 yakni Doa Bapa Kami. Melalui lagu-lagu ini kami mengajak kita semua punya misi yang sama untuk melayani Tuhan. Sebab kalau mengingat masa lalu akan terasa sangat berat, segala hal kotor sudah saya jalani: narkoba, anak paling nakal, masuk LP Cipinang sudah biasa,” ujar kapten kapal asal Siau ini.
Acara peluncuran album terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun. “Iya karena kasih karunia Tuhan maka peluncuran album rohani bersamaan dengan perayaan ultah ke-49. Semoga semua orang akan diberkati lewat album rohani ini,” kunci Kapten Roy Lahutung dengan mata berkaca-kaca.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post