Manado, Barta1.com – Peringatan Hari Laut Sedunia yang digelar di Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, turut menjadi ajang untuk menyuarakan penolakan terhadap proyek reklamasi di wilayah Manado Utara. Kegiatan ini berlangsung meriah pada Minggu (8/06/2025) dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.

Salah satu kegiatan utama adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (UM) Manado.
Ketua BEM UM Manado, Satrio Lasimpala, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bersifat universal dan tidak berorientasi pada keuntungan (non-profit).
“Ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian dan khidmat sosial yang telah lama menjadi bagian dari semangat Muhammadiyah,” terang Satrio Lasimpala, Ketua BEM UM Manado,” terangnya.
Dikutip dari pernyataan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Satrio menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan oleh Muhammadiyah telah hadir bahkan sebelum Indonesia merdeka, tepatnya sejak tahun 1923. Sejak saat itu hingga kini, semangat pengabdian tersebut terus dijaga dan dijalankan dengan penuh komitmen.
“Pada peringatan Hari Laut Sedunia ini, tercatat sekitar 143 orang dari masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang kami sediakan. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan serta mengembangkan program serupa ke depannya,” ujar Satrio.
Dalam momentum peringatan Hari Laut Sedunia yang digelar di Pantai Karangria, Manado, Satrio Lasimpala menuturkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Perayaan ini diikuti tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga oleh sejumlah peserta dari mancanegara.
Bahkan Pantai Karangria ini menjadi Pantai terakhir bagi nelayan untuk memarkirkan perahu sebagai mata pencahariannya.
“Maka dari itu, menurut saya sangat disayangkan jika pantai ini akan direklamasi. Apalagi, ini adalah pantai terakhir yang tersisa di Kota Manado, khususnya di wilayah Manado bagian utara,” terangnya.
“Sebagai Ketua dan pengurus BEM UM Manado, hari ini kami terlibat langsung bersama aliansi penolak reklamasi pantai ini. Secara tegas, kami menyatakan menolak reklamasi, karena reklamasi bukanlah solusi. Pada momen peringatan ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian laut. Laut adalah sumber kehidupan dan masa depan kita semua. Mari kita jaga laut demi anak dan cucu kita di masa yang akan datang,” tegasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota BEM UM Manado, Wafiq Nur Azizah dan Cinta Rahmdani Pakaya. Saat diwawancarai, keduanya menyampaikan bahwa mereka turut terlibat aktif dalam kegiatan sosial pada peringatan Hari Laut Sedunia ini.
“Kami ikut berpartisipasi dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, dan penimbangan berat badan,” ujar mereka.
Cinta menegaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk pengabdian sosial, tetapi juga sebagai sikap penolakan terhadap rencana reklamasi Pantai Karangria.
“Pemeriksaan kesehatan gratis ini kami lakukan dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia. Sebagai mahasiswa Muhammadiyah Manado, kami juga ikut menolak adanya reklamasi di Pantai Karangria ini, supaya penduduk pesisir seperti nelayan tidak kehilangan mata pencahariannya,” tegas Cinta.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini melibatkan sebanyak 10 mahasiswa Muhammadiyah Manado sebagai petugas lapangan yang melayani masyarakat.
Apalagi, kata Cinta, baru-baru ini dunia dihebohkan oleh kasus perusakan lingkungan di Raja Ampat yang terkait dengan pertambangan nikel. Melihat hal tersebut, pihaknya tegas menolak agar hal serupa tidak terjadi di Sulawesi Utara, terutama dengan rencana reklamasi di Manado Utara.
“Proses pemeriksaan kesehatan gratis pada hari ini kami fokuskan kepada masyarakat Karangria. Namun, jika ada peserta dari luar wilayah yang ingin memeriksakan kesehatannya, kami sangat terbuka untuk melayani,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post