Manado, Barta1.com – Pada rapat Paripurna dalam rangka pelaporan hasil BPK RI atas pemeriksaan pengelolaan keuangan daerah Provinsi Sulut yang digelar di Ruangan Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Senin (02/06/2025). Menuai, interupsi oleh anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan, Pierre Makisanti.
Interupsi itu bukan berkaitan dengan hasil pemeriksaan BPK RI, melainkan mendorong perhatian eksekutif dan legislatif terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa.
Pada kesempatan itu, Makisanti, menyampaikan ada satu peristiwa di daerahnya, tepatnya di Minahasa yaitu banjir, namun sebelumnya mau memberikan apresiasi kepada Gubernur, Yulius Selvanus, yang turun langsung dan melihat kondisi di lapangan serta memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
“Karena daerah Tondano ini menjadi lumbung sungai yang sangat dangkal, kalau bisa adanya pembentukan tim lintas sektor, agar supaya penanganannya lebih cepat,” pinta Makisanti di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
Mengingat, lanjut dia, banjir di Tondano hampir 2 bulan airnya tidak turun. “Saya rasa ini menjadi perhatian khusus bagi kita sekalian, karena kita tahu bersama daerah aliran sungai dari danau Tondano menghasilkan kurang lebih 45 Watt untuk listrik yang dipasok ke Sulut dan Gorontalo.”
“Untuk itu, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama agar kita lebih serius, karena ini bencana yang sangat luar biasa. Biasanya seminggu sudah turun, tapi ini hampir 2 bulan airnya tidak turun. Kirannya ini menjadi perhatian kita bersama, baik eksekutif dan legislatif dalam penangganan jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Makisanti.
Mendengar aspirasi yang ada, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, yang juga memimpin rapat Paripurna mengucapakan banyak terima kasih atas aspirasi yang disampaikan, kirannya akan ditindaklanjuti. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post