Talaud, Barta1.com – Maraknya aksi pencurian buah kelapa kian meresahkan warga Kabupaten Kepulauan Talaud.
Angka pencurian buah kelapa ini meningkat drastis di Kabupaten Kepulauan Talaud, ketika harga beli komoditi kopra melonjak tinggi mencapai 18 ribu hingga 20 ribu per kilogram.
Kepada media ini, Ochan Fendi Bentian, salah satu warga mengatakan, untuk memastikan buah kelapa tidak dicuri, dirinya harus mangangkutnya ke kampung.
“Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi sekali saja. Tetapi berulang kali. Mau tidak mau, buah kelapa harus diangkut ke kampung agar tidak dicuri,” ujar Bentian, Jumat (16/05/2025).
Lanjutnya, sebagian warga harus tidur di kebun untuk menjaga karena tidak punya kendaraan angkutan atau bagi warga yang lokasi kebunnya jauh dan medannya ekstrem.
Soal kerugian, kata dia, hal ini sangat berdampak bagi para petani. Apalagi mereka harus merogoh kocek untuk membayar upah pemanjat pohon kelapa yang saat ini biayanya ikut mengalami kenaikan.
Ia menduga, para pelaku pencurian bua kelapa ini tidak satu atau dua orang saja, tetapi lebih dan menggunakan kendaraan.
“Sekali angkut, jumlahnya tidak sedikit. Bisa saja mereka punya semacam grup dan menggunakan kendaraan jenis roda tiga atau roda empat,” jelasnya.
Ia berharap, aparat penegak hukum bisa membantu masyarakat agar bisa memutus rantai pencurian buah kelapa.
“Sangat berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi melalui bantuan dari aparat baik TNI maupun Polri,” tuturnya.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post