• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Peringati WPFD AJI dan FISIP Unsrat Gelar Diskusi, Bahas AI dan Kebebasan Pers

by Meikel Eki Pontolondo
7 Mei 2025
in Edukasi
0
Peserta diskusi WPFD AJI Manado. (foto: istimewa)

Peserta diskusi WPFD AJI Manado. (foto: istimewa)

0
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com –  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fispol) Unsrat  peringati WPFD (World Press freedom Day) dengan menggelar diskusi bertajuk Artificial Intelegensi (AI) dan Kebebasan Pers, Gedung Dekan Fisip Unsrat, Rabu (7/05/2025).

Dekan Fisip Unsrat, DR Ferry Daud Liando, Fransiskus Talokon, selalu Ketua AJI Manado dan Yunan Helmy Balamba, Praktisi AI, beserta Moderotor vhivi pada diskusi WPFD. (foto: istimewa)

Mengangkat tema ” Dampak Kecerdasan Buatan Pada Kebebasan Pers dan Media” dengan mengundang narasumber, seperti Dekan Fisip Unsrat, DR Ferry Daud Liando, Fransiskus Talokon, selalu Ketua AJI Manado dan Yunan Helmy Balamba, Praktisi AI.

Talokon pada materinya menjelaskan bahwa AJI hingga hari ini terus memperjuangkan kebebasan pers dan terus mengedepankan Tri Panji AJI, seperti memperjuangkan kemerdekaan pers, meningkatkan profesionalisme Jurnalis, hingga Kesejahteraan Jurnalis.

“Setiap tahun ada tantangan tersendiri bagi Jurnalis, misalnya di masa orde baru, di mana AJI dinilai sebagai organisai terlarang karena terus mengkritisi kebijakan pemerintah melalui karya Jurnalis, bahkan ada yang sampai di penjara,” Ungkapnya.

Namun, tambah Talokon, era saat ini media diperhadapkan dengan tantangan – tantangan tersendiri, seperti  doxing dan lain-lain, baik di web maupun media sosial. “Selain itu juga, kita didorong untuk mengimbangi perkembangan zaman, yang kini  ada namanya AI.”

“Untuk itu, saya  mengingatkan pentingnya kode etik dalam kerja-kerja jurnalistik dalam penggunaan AI, terlebih dahulu harus ada verifikasi dengan tetap mengedepankan kode etik,” jelasnya.

Sedangkan praktisi AI,  Balamba, menyebut AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Dengan memberikan data atau perintah yang tepat, maka kita bisa memaksimalkan penggunaan AI sesuai dengan kebutuhan. Tapi perlu diingat, kita harus melakukan validasi data.”

“AI tidak akan mengalahkan manusia, tapi hati-hati dengan orang-orang yang mempelajari AI. Dampaknya, dia bisa mengalahkan manusia lainnya. AI ini pastinya memiliki berdampak negatif maupun positif,” singkatnya.

Lanjut Balamba, AI ini ketika diarahkan membuat tulisan sesuai dengan  gaya media-media yang akan diperintahkan, dia bisa melakukannya, namun ada batasannya, seperti tidak bisa membuat tulisan investigasi. “Investigasi ini kan perlu terjun langsung di lapangan, namun AI hanya bisa  digunakan sebagai pembanding atau data awal saja dalam membuat karya Jurnalistik.”

Apa yang menjadi pembahasan pada diskusi kali ini, membuat Dekan FISIP Unsrat memberikan apresiasi. “Sebenarnya saya ada pertemuan di jam yang sama, tapi lebih memilih bersama dengan AJI Manado, bersama media bukan hal yang baru, melainkan pernah menjadi bagian dari AJI Manado sebagai majelis etik.”

“Media  sebagai garda terdepan dalam memberikan kontrol sosial dalam berbagai aspek, seperti pemerintahan dan sosial serta penyeimbang,” singkat Liando sambil tersenyum.

Menurutnya, selama ini jika mau dilihat tidak ada pihak-pihak yang melemahkan pers, terkadang itu datangnya  dari pers sendiri.

“Bahkan ada media, dia Pemred-nya,  dia pula narasumbernya, ini kan tidak cover both side. Bahkan yang melemahkan kebebasan pers, itu  bukan dari pemerintah, melainkan dari Pers  sendiri,” tegasnya.

Melainkan ada wartawan yang sudah menjadi tim sukses, kata Liando, kemudian mereka jadikan narasumber, ini kan  sudah tidak independen namanya.

“Melemahkan kebebasan pers saat ini adalah kita sendiri, apalagi yang sudah menerima sponsor, baik itu dari pemerintah dan lembaga lainnya, dan ini sangat – sangat berpengaruh,” tuturnya sembari menyentil kebanyakan media berbeda dalam suatu lembaga, namun kebanyakan menerima  rilis, berkaitan dengan penulisan  judul, titik hingga komanya sama semua.

Sebelum menutup materinya, salah satu analisis politik, itu menambahkan seperti apa penilaian orang terhadap media, bahwa dirinya masih percaya dan mendukung kerja – kerja media, sebagai bagian dari kontrol sosial. “Apalagi bagi AJI Manado yang sampai saat ini tetap tegak lurus dalam mengendepankan profesionalisme.”

“Sebaik apa pun program pemerintah, ketika tidak dikontrol, maka akan sangat berpengaruh,” pungkasnya.

Terpantau Barta1.com, diskusi kali ini diikuti oleh anggota AJI Manado, Jurnalis liputan Manado, LBH Pers, perwakilan UKM Pers Mahasiswa Acta Diurna, mahasiswa IAIN Manado dan Mahasiswa Fisip Unsrat. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Aliansi Jurnalis Independen ManadoDR Ferry Daud LiandoFransiskus TalokonWorld Press freedom DayYunan Helmy Balamba
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Foto: Erupsi gunung ruang, Tagulandang, malam ini, Rabu 17/4/2024. (Dok. Istimewa)

Respon Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang Terkait Perjuangan Pemkab Sitaro Cairkan Dana Bantuan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Menindaklanjuti Rekomendasi BPK RI, Pemda Talaud Ambil Langkah Kilat 31 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas, Plt Bupati Sitaro Antar Kepulangan Mensesneg saat Kunker di Sulut 30 Mei 2026
  • Dampingi Kunker, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Puji Mensesneg 30 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Tradisi Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel 29 Mei 2026
  • Pemkab Sitaro Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Ini Apresiasi Plt Bupati 29 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In